Sunday, March 8, 2026

Kekejaman Fir'aun Kepada Bani Israil

 Fir'aun Jadikan Bani Israil Sebagai Pelayan dan Budak


Fir'aun bernama al Walid bin Mus'ab bin Riyyan (Ramses II/Ramses Agung) umurnya sekitar 400 san tahun.


Fir'aun sangat menyakiti dan memberatkan kaum Bani Israil, sehingga mereka dijadikan budak untuk kerja paksa.


Fir'aun membagi mereka dalam beberapa kelompok kerja untuk kepentingannya.


Satu kelompok mereka dipaksa bekerja sebagai tukang bangunan dan petani. Satu kelompok mereka dipaksa untuk melayaninya. Semuanya bekerja tanpa dibayar.


Ibu Wahab berkata: mereka yang dikelompok-kelompokkan  bekerja untuk Fir'aun :


Mereka yang kuat diperintahkan untuk memotong dan mengangkut tiang-tiang dari gunung, sehingga lukalah tangan, pundak dan punggung mereka.


Satu kelompok mereka dipaksa untuk mencari batu dan tanah serta mengangkutnya untuk membuat istananya.


Satu kelompok dipaksa untuk memerah susu dan membakar batu bata.


Satu kelompok dipaksa untuk berniaga dan menjadi tukang besi.


Kelompok yang lemah bekerja  dipaksa untuk membayar pajak setiap harinya. Bagi yang telat membayar pajak, diikat tangannya ke tengkuknya selama satu bulan.


Kelompok perempuan dipaksa untuk menjahit dan menenun.


Beginilah gambaran kekejaman Fir'aun ketika itu.

Mimpi Fir'aun Menjadi Malapetaka Baginya


Pada suatu malam Fir'aun melihat dalam tidurnya ada api yang datang dari Baitul Muqaddis dan api itu sampai ke Mesir yang membakar orang Qabthi dan tidak menyakiti orang Bani Israil.


Kemudian Fir'aun datang kepada dukun/peramal untuk menanyakan tentang mimpinya.


Dukun/peramal berkata bahwa akan lahir seorang Pemuda yang akan menghancurkannya dan meruntuhkan kekuasaannya.


Maka Fir'aun memerintahkan kepada bawahannya untuk membunuh setiap anak yang lahir pada Bani Israil.


Fir'aun memerintahkan semua bidan untuk membunuh setiap anak lelaki yang lahir, sehingga para bidan telah membunuh 12.000 anak lelaki untuk mencari pemuda (Musa) yang akan membunuh dan meruntuhkan kekuasaannya. Ada yang mengatakan mereka telah membunuh 70.000 anak lelaki yang lahir.


Karena anak yang baru lahir telah dibunuh dan yang sudah tua mati sendirinya, sehingga ketika itu datanglah pemimpin Qabthi kepada Fir'un, mereka berkata: sesungguhnya telah banyaklah yang mati pada Bani Israil, yang kecil dibunuh dan yang tua mati sendirnya, maka kami sangka kami akan punah semuanya.


Maka Fir'aun memerintahkan kepada bawahannya untuk membunuh anak-anak pada satu tahun dan membiarkan mereka hidup pada tahun berikutnya.


Nabi Harun lahir pada tahun saat anak-anak dibiarkan hidup dan nabi Musa lahir pada tahun saat anak-anak dibunuh.