Fir'aun Jadikan Bani Israil Sebagai Pelayan dan Budak
Fir'aun bernama al Walid bin Mus'ab bin Riyyan (Ramses II/Ramses Agung) umurnya sekitar 400 san tahun.
Fir'aun sangat menyakiti dan memberatkan kaum Bani Israil, sehingga mereka dijadikan budak untuk kerja paksa.
Fir'aun membagi mereka dalam beberapa kelompok kerja untuk kepentingannya.
Satu kelompok mereka dipaksa bekerja sebagai tukang bangunan dan petani. Satu kelompok mereka dipaksa untuk melayaninya. Semuanya bekerja tanpa dibayar.
Ibu Wahab berkata: mereka yang dikelompok-kelompokkan bekerja untuk Fir'aun :
Mereka yang kuat diperintahkan untuk memotong dan mengangkut tiang-tiang dari gunung, sehingga lukalah tangan, pundak dan punggung mereka.
Satu kelompok mereka dipaksa untuk mencari batu dan tanah serta mengangkutnya untuk membuat istananya.
Satu kelompok dipaksa untuk memerah susu dan membakar batu bata.
Satu kelompok dipaksa untuk berniaga dan menjadi tukang besi.
Kelompok yang lemah bekerja dipaksa untuk membayar pajak setiap harinya. Bagi yang telat membayar pajak, diikat tangannya ke tengkuknya selama satu bulan.
Kelompok perempuan dipaksa untuk menjahit dan menenun.
Beginilah gambaran kekejaman Fir'aun ketika itu.





