Allah memerintahkan malaikat Jibril turun ke bumi untuk mengambil beberapa genggam tanah dari tanah yang warna merah, tanah yang warna hitam, tanah yang baik dan tanah yang busuk.
Sesampainya Jibril di bumi untuk mengambilnya, bumi berkata اعوذ بعزة الله الذي ارسلك الي ان تؤخذ منى شيءا, maka kembalilah Jibril ke tempatnya tanpa membawa sedikitpun tanah.
Jibril berkata kepada Allah: Wahai Tuhan ku, tanah meminta perlindungan Mu dari ku, maka aku tidak melanjutkannya.
Kemudian Allah memerintahkan malaikat Mikail untuk mengambil tanah, Allah berfirman: pergilah dan bawakan beberapa genggam tanah kepada Ku.
Ketika malaikat Mikail ingin mengambil tanah, tanah berkata seperti yang dikatakan kepada malaikat Jibril dan Mikail pun kembali ketempatnya, seraya berkata kepada Allah apa yang dikatakan Jibril.
Allah berfirman kepada malaikat Izrail: pergilah, datangkan kepada Ku beberapa genggam tanah.
Manakala sampai malaikat Izrail ke bumi untuk mengambilnya, maka tanah pun berkata seperti apa yang dikatakan pada malaikat jibril dan malaikat Mikail.
Malaikat Izrail pun berkata : وانا اعوذ بعزته ان اعصي له امرا, kemudian Izrail mengambil tanah itu dari semua unsur. Yaitu tanah segar, tanah asin, tanah manis, tanah pahit, tanah baik dan tanah busuk.
Kemudian malaikat Izrail membawa tanah-tanah itu ke langit.
Allah bertanya kepada Izrail , padahal Allah lebih mengetahui dengan apa yang Ia kerjakan.
Maka Izrail memberitahu kepada Allah apa yang dikatakan oleh bumi dan apa jawaban Izrail kepada bumi.
Allah berfirman: dengan kemegahan Ku dan keagungan Ku, sungguh aku jadikan makhluk (Adam) dari tanah yang engkau bawa dan Aku kuasakan kepadamu untuk mengambil ruh mereka, karena sedikit kasih sayang mu.
Kemudian Allah jadikan tanah tersebut sebagian di surga dan sebagian di neraka dan membiarkan disana sesuai kehendak Allah.
Kemudian Allah keluarkan tanah yang di surga dan tanah yang dineraka dan dibentukkan dalam bentuk tanah liat lengket suatu masa, dan tanah liat yang menghitam suatu masa, dan tanah liat yang keras (tembikar).
Kemudian Allah jadikan jasad Adam dan meletakkannya dipintu surga.
Para malaikat menjadi heran atas bentuk yang Allah ciptakan, karena belum pernah ada ada yang sama.
Saat Iblis lewat depan pintu surga dan melihat rupa Adam, ia berkata : untuk urusan apa diciptakan ini sambil ia melihat Adam, kemudian bentuk Adam yang berlobang, ia berkata lagi : makhluk ini tidak memiliki dirinya.
Pada suatu hari Iblis berkata kepada Malaikat: jika ini (Adam) lebih mulia dari mu, apa yang kamu lakukan? Malaikat menjawab: kami taat kepada Tuhan kami dan kami tidak bermaksiat kepada Nya.
Kemudian Iblis menggerutu dalam dirinya: sungguh jika ia (Adam) lebih mulia dari, akan aku maksiat kepadanya dan jika aku dimuliakan darinya niscaya sungguh aku hancurkannya.
'Alauddin Ali bin Muhammad al Baghdadi, Tafsir Khazin, hal. 35-36.






0 komentar:
Post a Comment