Sunday, December 9, 2018

Makna Tauhid dan Larangan Memikirkan Zat Allah

Tauhid menurut bahasa adalah hukum dengan bahwa sesungguhnya sesutu itu satu dan ilmu dengannya adalah satu. ('Ali bin Muhammad Al Jarjani).

Tauhid merupakan kata benda yang berarti keesaan Allah; kuat kepercayaan bahwa Allah hanya satu. Perkataan tauhid berasal dari bahasa Arab, masdar dari kata Wahhada ,Yuwahhidu, Tauhidan. (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Tauhid menurut istilah ahli hakikat adalah melepaskan zat ketuhanan dari setiap sesuatu yang tertasaur (tergambar) dalam pemahaman  dan mengosongkannya sesuatu itu dalam waham (angan-angan) dan zihin (pikiran).  ('Ali bin Muhammad Al Jarjani).

Secara etimologis, tauhid berarti keesaan. Maksudnya, keyakinan bahwa Allah SWT adalah Esa, Tunggal, satu. Pengertian ini sejalan dengan pengertian tauhid yang digunakan dalam bahasa Indonesia, yaitu “keesaan Allah”; mentauhidkan berarti “mengakui akan  keesaan Allah mengeesakan Allah”.

Jubaran Mas'ud menulis bahwa tauhid bermakna “beriman kepada Allah, Tuhan yang Esa”, juga sering disamakan dengan  “tiada Tuhan Selain Allah”.(Yusran Asmuni, Ilmu Tauhid, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 1993).

Fuad Iframi Al-Bustani juga menulis hal yang sama. Menurutnya tauhid adalah Keyakinan bahwa Allah itu bersifat “Esa”. (Fuad Iqrami Al-bustani, Munjid Ath-Thullab, (Beirut:  Dar Al-Masyriqi, 1986).


Secara istilah syar’i, makna Tauhid adalah menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan yang benar dengan segala kekhususannya. Mulyono dan Bashori, Studi Ilmu Tauhid/Kalam, (Malang : UIN-Maliki Press,2010).





Larangan Memikirkan Zat Allah

Artinya : Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka. (Q.S. Ali Imran : 190 – 191).

Artinya : Katakanlah "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan Rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". (Q.S. Yunus : 101).



Rasulullah SAW bersabda : “Berfikirlah tentang nikmat – nikmat Allah, dan jangan sekali – sekali engkau berfikir tentang zat Allah”. (Hadits hasan, Silsilah al Ahaadits ash Shahihah).


Diriwayatkan dari Fudhalah bin Ubaid radhiyallaahu’anhu, dari Rasulullah SAW beliau bersabda : “Tiga jenis orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi nasibnya; Orang yang memisahkan diri dari jama’ah, ialah mendurhakai imam dan mati dalam keadaan durhaka. Budak wanita atau pria yang melarikan diri dari tuannya, lalu mati. Dan seorang wanita yang ditinggal oleh suaminya dengan memberikan perbekalan yang cukup, lalu sepeninggal suaminya ia bersolek (untuk lelaki lain)”. “Tiga jenis orang yang tidak perlu engkau tanyakan lagi nasibnya; Orang yang merampas selendang Allah, sesungguhnya selendang Allah adalah kesombongan-Nya, sarung-Nya adalah kemuliaan. Orang yang ragu tentang Allah. Dan orang yang berputus asa terhadap rahmat Allah”. (Hadits shahih,Bukhari dalam al Adabul Mufrad).

Rasul bersabda: "Fikirlah tentang penciptaan dan jangan kamu fikirkan tentang zat Allah, maka sesungguhnya memikirkan zat Allah itu menimbulkan keraguan dalam hati".

Monday, December 3, 2018

Kilas Balik dan Momentum Milad GAM ke 42



Mentari hampir saja menuju ufuk Barat, sebagai pertanda awalnya waktu malam tiba. Nampak sebuah Bilik yang berukuran 4 x 6 yang telah di modif menjadi istana bagi Tgk. Joel (nama panggilan untuk Zulkifli, S. Pd.I, M.Pd) terletak di komplek Dayah Darul Falah. Ia... itulah tempat tinggal Tgk. Joel bersama seorang isteri dan dua orang anak laki-lakinya yang tua berumur 9 tahun dan kecil berumur 4 tahun.

Abi adalah panggilan Tgk. Joel dalam keluarganya, sedangkan istrinya Nurakamal dengan panggilan Bunda dan anaknya Daniel Alqadafi serta Muhammad Dayyan Al-Asyiy hidup dengan penuh kesederhanaan, padahal ayah satu anak ini telah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2007 di MTsN di Kutamakmur dan pada tahun 2010 telah diangkat menjadi seorang guru yang profesional di kalangan Kementerian Agama Kabupaten Aceh Utara, namun sampai sekarang belum mampu membangun rumah sendiri.

Latar belakang kehidupan dan pendidikan Tgk Joel sedikit berbeda dengan teman-teman sekantornya, karena tgk Joel tidak pernah sekolah SMU secara formal, ia cuma tamatan SMU Persamaan yang kala itu ia ikuti pada tahun 2001 untuk memperoleh ijazah setara SMU, dengan tujuan saat memiliki ijazah adalah ingin memperjuangkan hidupnya di Malaysia, walau itu tidak pernah kesampaian.

Ayah dua anak ini menjajak bangku studi sekolah dasar di SD N Cot Teungoh Kutamakmur (sekarang SD N 8 Kutamakmur) dan lulus tahun 1996 yang hasil NEM nomor dua tertinggi se Kutamakmur. Pada saat di bangku SD, ia slalu mendapat rangking 1, kemudian setelah tamat SD ia melanjutkan ke SMPN 1 Kutamakmur, sejak di SMP Tgk Joel selalu termasuk dalam lima besar, bahkan sering mendapatkan rangking 2 dan pada tahun 1996 ia lulus SMP dengan nilai NEM lima besar dari seluruh pelajar SMP kala itu.

Sejak tamat SMP ini Tgk Joel tidak melanjutkan pendidikan formal lagi, namun ia meneruskan pendidikan agama di Dayah Malikussaleh (Malisa) Panton Labu (Dayah Abu Panton), sejak di Dayah Abu Panton Tgk Joel juga sangat kelihatan ulet dan rajin, buktinya ia selalu termasuk dalam dua besar di kelasnya, kalau tidak rangking 1 ya rangking 2. Setelah kelas 4 disinilah ia mendapat juara umum dengan jumlah nilai terbanyak dari ribuan santri di Dayah Malikussaleh saat itu.

Sifat buruk Tgk Joel ketika itu sombong, kalau berdebat di saat mengaji pasti tidak mau kalah dan pernah menurunkan teungku ganti dari balai pengajian (maafkan aku teungku), dan juga salah satu sifat buruknya adalah pernah membobol telepon (na’uzubillah), walau sudah sempa meminta maaf kepada almarhum Abu Panton ketika Abu masih hidup dan sedang sakit ketika itu. Maafkan segala dosaku wahai guru-guru ku di Dayah Malikussaleh Panon Labu.

Selama menjadi santri Dayah Malikussaleh, Tgk Joel pernah bergabung dengan organisasi Thaliban tingkat Dayah sekitar tahun 2007/2008, saat itu yang mengkoordinir Thaliban tingkat Dayah adalah Tgk. Muhib Perlak.

Kemudian pada tahun 2000 Tgk Joel tidak lagi menjadi santri Dayah Malikussaleh, karena saat itu Tgk Joel sudah mulai bergabung dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), bahkan karena tekadnya menjadi GAM yang sangat kuat, Tgk Joel pernah mencoba tinggal di Desa Sama Gadeng Jeunib, namun karena tgk Joel cuma masih memiliki ibu yang bernama Syarifah (ayah Tgk Joel  Ustaz M. Yunus meninggal saat umur Tgk Joel 5 Tahun) tidak mengijinkan anaknya tinggal di Jeunib karena takut menjadi korban TNI saat itu.

Kemudian Tgk Joel pulang ke Buloh dan saat itulah ia aktif menjadi informan GAM atau awak mat radio atau atom dengan panggilan awalnya “Teungku Buloh” kemudian menggantikan nama sandi dengan “Teungku Saba”, bahkan ia sangat dekat dengan mantan Komandan Operasi Wilayah II Pase Alm Razali ( Mie Ong) dan juga Tgk Joel sering pergi kemana-mana dalam menjalankan misi Aceh Merdehka saat itu bersama Alm Dili Kumar (Raja Ubat) mantan Ulei Peulisi GAM.

Sejak Tgk Joel Aktif di dalam GAM, kesehatan ibunya sangat berkurang dan sering sakit-sakit bahkan beberapa kali hampir pingsan apabila mendengar dan melihat anggota GAM yang tewas dalam pertempuran. Ibunya selalu membujuk Tgk Joel agar jangan terlibat secara terang-terangan, bahkan ibunya pernah berkata “ Neuk, Droe aneuk agam mak saboh-saboh, meunyoe aneuk sayang keumak bek peusaket jantong mak, mak han theun meunyoe loen dingoe droeneuh di timbak atau didrop, leubeuh got droeneuh jak u pesantren lom”,.

Sejak itulah (pertengahan tahun 2001), tgk Joel mulai melobi dimana ada dibuka paket C atau lainnya yang setara dengan SMA.

Pada akhir tahun 2001 dibuka ujian persamaan SMU di SMA Negeri 1 Lhokseumawe dan mendaftarkan serta mengikutinya dan lulus.

Setelah Tgk Joel mendapat Ijazah SMU persamaan kemudian tinggal di komplek Dayah Darul Athfal Desa Blang Raleue Kecamatan Simpang Keuramat untuk menjadi guru di Dayah dan Sekolah swasta disana. Namun, lagi-lagi teman Joel semasa aktif di GAM juga minta inap di Dayah tersebut sehingga suatu hari Tgk Joel terpaksa lari dan tinggal di Cunda bersama Mahlil salah seorang Karyawan PIM, sejak pelarian itulah Tgk Joel menjadi Mahasiswa di STAIN Malikussaleh sehingga tamat dengan IPK 3.73 dengan predikat Caumlaude.

Pada tahun 2015, tgk Joel masuk sekolah politik, yaitu Sekolah Demokrasi Aceh Utara, disana belajar politik selama setahun. Saat belajar sekolah politik, tgk adalah orang yang paling banyak menulis opini diberbagai media, yaitu 72 opini selama satu tahun. Kemudian karena kebaikan bang Edi Fadhil (ketua Cet Langet Rumoh&GMB dan juga Pegawai kantor Gubernur Aceh) seluruh opini tgk Joel dibukukan dengan judul buku “Islam dan Dinamika Demokrasi”.

Kemudian pada tahun 2016, tgk Joel melanjutkan pendidikan Strata 2 di IAIN Lhokseumawe dan Juli 2017 telah lulus.

Sekarang Tgk Joel telah menetap sebagai pengajar di MTsN Kutamakmur dan guru tetap di Dayah Darul Falah, juga sebagai Dosen Luar Biasa di IAIN Lhokseumawe. Kini Tgk Joel berjuang tidak lagi dengan senjata atau apapun, namun jihad yang Tgk Joel lakukan adalah mengajari anak Atjeh tentang pendidikan umum dan pendidikan agama, agar mereka genersi penerus yang mampu beradabtasi dengan perkembangan zaman.

Mungkin dalam GAM tgk Joel bukan siapa-siapa, hanya dua tahun sebagai awak mat radio  dan beliau tidak terdaftar dalam 3000 GAM yang direintegrasi, yaitu peneriman manfaat BRR atau pun BRA. Tapi walau tidak diakui oleh siapapun tapi ketika itu pernah berbuat secara ikhlas dan dengan jiwa yang menggebu.

Maka dengan momentum milad GAM ke 42 tahun 2018 ini semoga tidak ada lagi rakyat Atjeh yang menderita, hidup dibawah garis kemiskinan, dan semoga semua syafaat damai bisa dirasakan secara keseluruhan. Cukup banyak uang di Atjeh dengan bermacam-macam namanya, maka sangat disayangkan kalau hanya dinikmati oleh sebagian orang.

 Semoga man-mandum aneuk Atjeh beu jitem djak beut dan djak sikula, meuseu hana beut tjuma sikula mantong geutanjoe akan sisat, dan meuseu tanjoe hana tadjak sikula geutanjoe akan dipeungeut teuh, pue lom djinoe man-mandum ka dipolitisi”.














Biografi

Nama Lengkap             : Zulkifli, S.Pd.I, M.Pd
Panggilan                       Tgk. Joel
Pendidikan                   : SDN Cot Teungoh
                                      SMP N 1 Kutamakmur
                                      Dayah Malikussaleh Panton Labu
                                      SMA Persamaan
                                      Dayah Darul Falah Blang Riek
                                      S-1 STAIN Malikussaleh Lhokseumawe
                                      S-2 IAIN Lhokseumawe
Pekerjaan                     : Guru Dayah Darul Athfal Blang Raleu
                                       Guru MTsS Abdul Jalil
                                       Guru BP Mahlabul ‘Ilmi Gampong Lhokjok
                                       Guru Dayah Darul Falah Blang Riek
                                       Guru MTsN Kutamakmur
                                       Dosen Luar Biasa IAIN Lhokseumawe
Isteri                             : Nurakmal
Anak                            : Daniel Alqadafi
                                       Muhammad Dayyan Al-Asyiy

Saturday, December 1, 2018

Nash Tentang Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Qadha adalah kehendak Allah Swt dan berhubungannya pada azali. Dan juga qadha diartikan adalah ilmu Allah yang azali dan berhubungannya dengan yang ma’lum (Syaikh Ibrahim Baijuri, Kifayatul Awwam, h. 65).


Sedangkan Qadar  adalah penciptaan Allah Swt akan segala sesuatu sesuai dengan iradah. Dan qadar juga diartikan adalah penciptaan Allah akan segala sesuatu sesuai dengan ilmu, (Syaikh Ibrahim Baijuri, Kifayatul Awwam, h. 66).

Beriman kepada  qadar adalah wajib, dan juga termasuk dari bagian rukun iman, yaitu aku beriman dengan qadar, baiknya qadar atau buruknya qadar.

Nash al-Quran tentang beriman dengan Qadha dan Qadar

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ 

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul-Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.  (Al-Hadid, 57: 22).
Penafsirannya: (Tiada suatu bencana pun yang menimpa dibumi) seperti kekeringan (dan tidak pula pada diri kalian sendiri) seperti sakit dan kematian anak (melainkan telah tertulis dalam kitab) di lauhmahfudh (sebelum kami menciptakannya) sebelum kami menciptakan semuanya. demikian pula hal-hal yang menyangkut nikmat dikatakan seperti itu (sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah).

وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

 “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang  mulia.” (Al-Israa, 17:23).

Penafsiran: (Dan Allah menghukum dengan keadilan. dan sesembahan-sesembahan yang mereka seru) yang mereka sembah (selain Allah) yakni berhala-berhala (tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun) mana mungkin mereka menjadi sekutu-sekutu Allah? (sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Mendengar) semua perkataan mereka (lagi Maha Melihat) semua perbuatan mereka.

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

 “Katakanlah, ‘Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakkalah orang-orang yang beriman.” (At-Taubah, 9:51).
Penafsirannya: (Katakanlah) kepada mereka ("sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami) yaitu bencana (Dialah pelindung kami) yang menolong dan yang mengatur urusan-urusan kami (dan hanya kepada Allah lah orang-orang yang beriman harus bertawakal").


اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ

“Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu ada usuran di sisiNya.” (13:8)
Penafsirannya: (Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan) apakah ia laki-laki atau perempuan dan apakah kandungan itu berisi satu atau kembar dan lain sebagainya (dan apa yang kurang sempurna) kekurangan (pada kandungan rahim) tentang masa kandungan (dan apa yang lebih) daripada masa kandungan itu (dan segala sesuatu pada sisi Nya ada ukurannya) menurut kadar dan ukuran yang tidak berlebihan.


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

“Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (Ath-Thalaaq/65 : 12).
Penafsirannya: (Allah lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi) tujuh lapis bumi (turunlah perintah) wahyu Nya (diantaranya) diantara langit dan bumni, malaikat Jibril turun dari langit yang ketujuh hingga kebumi lapis ketujuh (agar kalian mengetahui) lafal lita'lamu bertaaluq kepada lafal yang tidak disebutkan, yakni Allah memberi tahu kepada kalian akan hal tersebut, yaitu mengenai masalah penciptaan dan penurunan wahyu Nya (bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu Nya benar-benar meliputi segala sesuatu).



Nash Hadits tentang beriman dengan Qadha dan Qadar

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: ” قَدَّرَ اللهُ الْمَقَادِيرَ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّماوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ

Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allâh telah mentakdirkan semua takdir sebelum menciptakan langit-langit dan bumi 50 ribu tahun”. (HR. Ahmad).

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Iman yaitu engkau beriman kepada Allâh, Malaikat-malaikatNya, Kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir, dan beriman kepada qadar, yang baik dan yang buruk.” (HR. Al-Bukhâri).

وَاعْلَمْ أَنَّ اْلأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ. وَإِنْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ. رُفِعَتْ اْلأَقْلاَمُ، وَجَفَّتِ الصُّحُفُ

“…dan ketahuilah jika umat bersatu padu untuk memberi manfaat kepadamu dengan sesuatu, maka tidak akan sampai manfaat itu kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu; jika mereka bersatu padu untuk mencelakaimu, maka engkau tidak akan celaka kecuali yang telah ditetapkan Allah untukmu. Pena sudah diangkat dan lembaran catatan sudah kering.” (HR. Tirmidzi).

مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Siapa yang dikehendaki Allah menjadi orang baik, maka Dia akan menjadikannya faqih (memahami) agama ini.” (HR Bukhari).

إِنَّ اللَّهَ يَصْنَعُ كُلَّ صَانِعٍ وَصَنْعَتَهُ

“Sesungguhnya Allah menciptakan semua (makhluk) yang ber-buat dan juga sekaligus perbuatannya.” (HR. Bukhari).

Tuesday, November 13, 2018

Qadha dan Qadar

Pengertian Qadha
Menurut bahasa qadha memiliki beberapa arti yaitu hukum, ketetapan, perintah, kehendak, pemberitahuan, dan penciptaan. Sedangkan menurut istilah, qadha adalah ketentuan atau ketetapan Allah SWT dari sejak zaman azali tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk-Nya sesuai dengan iradahnya(kehendak-Nya) berkaitan dengan baik dan buruk, hidup dan mati, siang dan malam, laki-laki dan perempuan atau pun sebagainya, (Nasrudin Razak,  Dinul Islam, h. 69).

Qadha juga diartikan adalah kehendak Allah Swt dan berhubungannya pada azali. Dan juga qadha diartikan adalah ilmu Allah yang azali dan berhubungannya dengan yang ma’lum (Syaikh Ibrahim Baijuri, Kifayatul Awwam, h. 65).

Pengertian Qadar
Menurut bahasa, qadar berarti kepastian, peraturan, dan ukuran. Sedangkan secara istilah qadar yaitu perwujudan qadha Tuhan bagi manusia setelah berusaha (ikhtiar), dapat juga diartikan sebagai penentuan atau pembatasan ukuran segala sesuatu sebelum terjadinya dan menulisnya di lauhil mahfudz, (Nasrudin Razak,  Dinul Islam, h. 70).

Qadar juga diartikan adalah penciptaan Allah Swt akan segala sesuatu sesuai dengan iradah. Dan qadar juga diartikan adalah penciptaan Allah akan segala sesuatu sesuai dengan ilmu, (Syaikh Ibrahim Baijuri, Kifayatul Awwam, h. 66).

Qadha dan Qadar
Maka kehendak Allah Ta’ala yang berhubungan pada azali dengan bahwa seseorang akan menjadi orang yang berilmu atau orang yang berkuasa adalah qadha, dan penciptaan ilmu pada diri seseorang sesudah seseorang terwujud atau sesudah berkuasa sesuai dengan iradah adalah qadar.

Atau ilmu Allah yang berhubungan pada azali dengan bahwa seseorang akan menjadi berilmu sesudah wujudnya adalah qadha, dan penciptaan ilmu padanya sesudah wujudnya adalah qadar.

Dan berdasarkan tiap-tiap dari perkataan qadha dan qadar, maka qadha adalah qadim karena dia adalah sifat dari sifatnya Allah, adakalanya iradah atau ilmu, sedangkan qadar adalah bahru karena dia merupakan ciptaan, sedangkan ciptaan itu adalah sebagian dari ta’luk qudrah dan ta’luk iradah.




Thursday, November 8, 2018

Iman Kepada hari akhir (Kiamat) part 1

Beriman kepada hari akhir merupakan rukun iman yang kelima, yaitu beriman kepada kepada yaumil akhir,

“Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al-Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”, (Q. S Al-Baqarah: 4).

Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum nabi Muhammad Saw ialah kitab-kitab yang diturunkan sebelum Al-Quran seperti: Taurat, Zabur, Injil dan Shuhuf-Shuhuf yang tersebut dalam Al-Quran yang diturunkan kepada para rasul. Allah menurunkan kitab kepada rasul ialah dengan memberikan wahyu kepada Jibril as, lalu Jibril menyampaikannya kepada rasul.

Yakin ialah kepercayaan yang kuat dengan tidak dicampuri keraguan sedikitpun. Akhirat merupakan lawan dunia. Kehidupan akhirat ialah kehidupan sesudah dunia berakhir. Yakin akan adanya kehidupan akhirat ialah benar-benar percaya akan adanya kehidupan sesudah dunia berakhir.

“Dan Sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur”, (Q. S Al- Hajj: 7).

Pengertian hari akhir (Kiamat)
Hari akhir juga merupakan hari akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup didunia yang harus kita percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju kekehidupan selanjutnya di khirat yang kekal dan abadi.

Hari akhir ialah suatu hari dimana dunia dan seisinya mengalami kehancuran dan kebinasaaan. Hari akhir merupakan rukun iman ke-5 yang wajib kita imani dan tak ada satupun orang yang mengetahui kapan terjadi hari kiamat itu.

Hari akhir (kiamat) adalah suatu hari dimana semua arwah dikembalikan kepada jasad atau tulang sulbi, dan manusia dihidupkan kembali sesudah dimatikan.

“Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?”, (Q. S Al-Baqarah: 28)

Hari kebangkitan adalah suatu hari dimana semua manusia dibagkitkan dari kubur mereka pada hari kiamat dengan bentuk mereka yang maklum, setelah jasad-jasad mereka hancur, untuk dibalas setiap apa yang telah dikerjakan didunia.

“(yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran - lembaran kertas. sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama Begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; Sesungguhnya kamilah yang akan melaksanakannya”, (Q. S Al-Anbiya: 104)

Kapan Datang Hari Kiamat
Penjelasan datangnya hari kiamat menurut al-Quran Surat Al-A’raf ayat 187, yaitu:

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat: "Bilakah terjadinya?" Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. kiamat itu Amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak Mengetahui", (Q. S al-A’raf: 187).

Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 63 juga menjelaskan tentang datangnya hari kimat, yaitu:

“Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh Jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya”, (Q. S Al-Ahzab: 63).

Hadits riwayat Muslim menjelaskan:

قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ
“... Jibril berkata kepada Nabi Muhammad Saw, maka khabarkan olehmu kepadaku tentang hari kiamat? Nabi Muhammad Saw bersabda: tidakkah yang bertanya tentang hari kiamat itu lebih mengetahui dari pada yang bertanya...”, H. R Muslim).

Tanda-tanda akan datangnya hari akhir
Berdasarkan keterangan yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur’an dan Al-Hadis, terjadinya hari akhir atau hari Kiamat didahului tanda-tandanya. Tanda-tanda hari akhir/kiamat terbagi atas 2 yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar.

Tanda-tanda kecil akan terjadinya hari kiamat adalah:

“Perhatikanlah enam tanda-tanda hari kiamat, yaitu 1) wafatku, 2)penaklukan Baitul Maqdist, 3) wabah kematian, 4) melimpahnya harta sehingga seorang yang diberikan kepadanya 100 dinar, ia tidak rela menerimanya, 5) timbulnya fitnah yang tidak meninggalkan satu rumah orang Arab pun melainkan pasti memasukinya, dan 6) terjadinya perdamaian antara kalian dengan bani Asraf (bangsa Romawi) namun mereka melanggarnya dan mendatangi kalian dengan 80 kelompok besar, seiap kelompok terdiri dari 12 ribu orang”, (H. R Bukhari).

Juga Rasulullah Saw bersabda dalam hadits yang lain:
“Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkanya ilmu, tersebarnya kebodohan, diminumnya khamar, dan merajalelanya perzinaan, (H. R Bukhari).

Sedangkan tanda-tanda besar akan terjadinya hari kiamat adalah:

“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau Dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: "Tunggulah olehmu Sesungguhnya Kamipun menunggu (pula)", (Q. S al-An’am: 158).

Rasulullah Saw bersabda:
“Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda, yaitu 1) Penenggalaman permukaan bumi di Timur, 2) penenggalaman permukaan bumi di Barat, 3) penenggalaman permukaan bumi di Jazirah Arab, 4) keluarnya asap, 5) keluarnya Dajjal, 6) keluarnya binatang besar, 7) keluarnya Ya’juz dan Ma;juz, 8) terbitnya matahari dari barat, 9) api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, dan 10) turunya Nabi Isa ‘alaihi salam”, ( H. R Muslim).

Rasulullah Saw juga bersabda:
“ Tidak akan terjadi Kiamat sehingga matahari terbit dari sebelah barat, jika ia telah terbit, lalu manusia menyaksikannya, maka semua orang akan beriman, ketika itu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”, (H. R Bukhari-Muslim).

Rasulullah juga menceritakan tentang arah perginya matahari.

“Tahukah kalian ke mana perginya matahari (saat itu)?” Para Sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya matahari ini berjalan hingga sampai ke tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu dia tersungkur sujud, dan senantiasa demikian hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah! Kembalilah ke tempatmu pertama kali datang.’ Kemudian dia kembali datang di waktu pagi dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan hingga sampai ke tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, lalu dia tersungkur sujud, dan senantiasa demikian hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah! Kembalilah ke tempatmu pertama kali datang.’ Kemudian dia kembali datang waktu pagi dan terbit dari tempat terbitnya, kemudian dia berjalan lagi sementara manusia tidak mengingkarinya sedikit pun hingga dia kembali ke tempat menetapnya di bawah ‘Arsy, hingga dikatakan kepadanya, ‘Bangunlah! Terbitlah dari tempamu terbenam.’ Kemudian dia kembali datang di waktu pagi dan terbit dari tempat terbenamnya.’” Selanjutnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apakah kalian tahu kapan itu terjadi? Hal itu terjadi ketika tidak bermanfaat lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya”, (H. R Muslim).

Allah berfirman dalam Surat Az-Zumar ayat 67, yaitu:

“Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan”, (Q.S Az- Zumar: 67)

Kemudian Allah Swt juga berfirman:

“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi Maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”, (Q. S Az-Zumar: 68).




Monday, November 5, 2018

Penjabaran Kalimat Tauhid

Kalimat tauhid atau kalimat syahadat adalah لا اله الا الله  محمد رسول الله . Bahkan kalimat ini juga dinamakan sebagai kalimat kunci syurga, karena siapa saja yang mampu mengucapkan kalimat ini pada akhir hidupnya ia akan masuk syurga.

"Barangsiapa yang akhir ucapannya لا اله الا الله maka ia akan masuk syurga", (H. R Daud dan Ahmad).

Juga kalimat tauhid ini merupakan kalimat talqin (pengingat) bagi orang yang sedang sukraratul maut (menjelang ajal tiba).

"Talqinkan orang yang hendak mati diantara kalian dengan mengucapkan لا اله الا الله", (H. R Muslim).

Penjabaran kalimat لا اله الا الله
لا اله الا الله berarti tiada tuhan kecuali Allah. لا merupakan nafi/tiada, اله munfi/yang ditiadakan oleh kalimat لا , kalimat الا adalah adat istisna, yaitu isbat/menyebutkan yang dinafikan oleh kalimat لا, sedangkan kalimat الله merupatkan mutsbit, yaitu yang disebutkan. Karena apabila dalam satu jumlah terdapat dua nafi, yaitu satu nafi dengan لا dan satu nafi dengan الا , maka kalimat sesudah الا itu sebut dan tidak termasuk dalam katagori yang dinafikan.

Yang dinafikan dalam jumlah لا اله adalah:
* لا معبود بحق فى الوجود yaitu tiada tuhan yang disembah dengan sebenarnya kecuali hanya Allah yang disembah dengan sebenar-benarnya.

Karena kata اله itu ada dua pengertian, yaitu pertama, اله معبود بحق  yaitu tuhan yang disembah dengan sebenar-benarnya dan itu hanya Allah Swt. Kedua, اله لا معبود بحق yaitu tuhan yang tiada disembah dengan sebenar-benarnya, dan ini merupakan tuhan-tuhan yang dijadikan oleh manusia untuk mereka sembah.

* لا مستغنيا عن كل ما سواه و مفتقرا اليه كل ما عداه yaitu tidak ada sesuatu pun yang terkaya dari Allah  dan sesutu yang selain Allah itu akan senantiasa berhajat kepada Allah. Alah itu yang Maha Kaya dan sesuatu yang lain berhajat kepada Allah.

* لا واجب الوجود yaitu tidak ada yang wajib ada selain Allah, hanya Allah lah yang wajib ada.

* لا مستحقا للعبادة بحق yaitu tiada yang berhak untuk disembah kecuali Allah lah yang berhak untuk disembah.

* لا خالق yaitu tiada ada yang menjadikan sekalian makhluk kecuali Allah yang menjadikan sekalian makhluk.

* لا رازق yaitu tiada yang mampu memberi rezki kepada seluruh makhluk kecuali Allah yang Maha memberi rizki kepada seluruh makhluk.

* لا محيي tiada yang mampu menghidupkan kecuali hanya Allah yang memberi kehidupan.

* لا مميت tiada yang mampu mematikan kecuali hanya Allah yang mampu mematikan.

* لا محرك yaitu tiada sesuatu pun yang mampu menggerakkan sesuatu kecuali Allah lah yang menggerakkan sesuatu.

* لا مسكن yaitu tiada sesutu pun yang mampu menetapkan kecuali hanya Allah yang Maha menetapkan.

* لا نافع yaitu tiada yang mampu memberikan manfaat kecuali hanya Allah yang memberikan manfaat.

* لا ضار yaitu tiada sesutu pun yang mampu memberi mudharat kecuali Allah lah yang Maha memberi mudharat.

* لا متصرف yaitu tiada yang mampu memalingkan kecuali Allah yang Maha memalingkan.

Kedua puluh sifat yang wajib dan mustahil kepada  Allah itu terkandung dalam kalimat لا اله الا اله. Ketika mengitsbatkan hanya Allah yang wajib disembah dengan sebenar-benarnya maka ini memaknai bahwa Allah itu wujud dan mustahil 'adam. 

Kesempurnaan sifat tuhan yang maujud itu adalah tuhan yang tidak pernah didahului oleh tiada, tidak ditakhirkan oleh fana, tentunya berbeda dengan sesuatu yang bahru, tidak tergantung kepada zat lain serta esa, yaitu ternafi dari kam muttasil-munfasil pada zat, ternafi kam muttasil-munfasil pada sifat, dan ternafi kam munfasil pada af'al.

Kam muttasil pada zat yaitu zat Allah terdiri dari anggota-anggota yang serupa dengan makhluk, ini ternafi pada zat Allah.

Kam munfasil pada zat yaitu ada zat lain yang serupa dengan zat Allah atau zat Allah menyerupai zat lain, ini juga ternafi.

Kam muttasil pada sifat yaitu Allah memiliki dua qudrah atau lainya, ini ternafi.

Kam munfasil pada sifat yaitu sifat Allah sama dengan sifat yang bahru atau sifat yang bahru sama dengan sifat Allah, ini juga ternafi.

Kam munfasil pada af'al adalah makhluk ini mempunyai perbuatan sama seperti perbuatan Allah, ini pun ternafi.

Ketika dinafikan kepada tuhan yang tiada ma'bud bihaq, maka ini bermakna bahwa Allah itu memiliki sifat qudrah, iradah, 'ilmu, hayat, sama', bashar dan mutakaliman.

Tuhan yang ma'bud bihaq adalah Allah yang menjadikan, terkaya, menjadikan, memberi rezki, menghidupkan, mematikan, menggerakkan, menetapkan, memberi manfaat, memberi mudharat dan yang memalingkan maka sebutlah sifat muridun, alimun, qadirun, hayyun, sami'un, bashirun dan mutakallimun pada Allah Swt.

Sedangkan makhluk adalah sesuatu yang tidak wajib ada, tidak mampu memberi manfaat dan mudharat maka ini merupakan makna dari sifat jaiz Allah yaitu فعل كل ممكن او تركه yaitu mengerjakan Allah Swt akan setiap yang mumkin (yaitu yang bukan mustahil bagi Allah) atau meninggalkan mengerjakannya.

Penjabaran kalimat محمد رسول الله
Jumlah محمد رسول الله adalah kalimat pengkuan bahwa nabi Muhammad Saw adalah rasul atau utusan Allah Swt.

Percaya serta mengimani bahwa nabi Muhammad merupakan seorang nabi dan rasul maka dalam kalimat ini mengandung sifat-sifat dari nabi.

Sifat yang dimiliki seorang nabi yaitu siddiq (benar) dan mustahil kizib (berdusta), amanah (kepercayaan yang sempurna) mustahil khianat, tabligh (menyampaikan) mustahil katmun (menyembunyikan, serta fathanah mustahil bodoh.

Dan nabi itu bersifat seperti sifat manusia biasa yangbtidak membawa kepada kehinaan atau kekurangan disisi Allah Swt

Friday, September 7, 2018

Bagaimanakah Sebaiknya Wanita Shalihah Itu?

Wanita adalah manusia yang sangat mulia disisi Allah Swt, bahkan tingkat kemuliannya Allah mengabadikan kata wanita di dalam al-Quran, yaitu surat An-Nisa’.

Namun kemulian wanita tersebut tidak terlepas bagaimana ia taat kepada Allah Swt, semakin ia taat maka semakin mulialah ia disisi Allah, bahkan ia akan dilakab dengan wanita shalihah.


Wanita shalihah adalah wanita yang selalu menjunjung tinggi segala perintah Allah Swt dan Rasul-Nya, ia patuh kepada orang tua, taat kepada suaminya dan selalu menjaga kehormatannya.

“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau Saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”, (Q. S An-Nur: 31).

Dalam tafsir Hasyiah Shawi menjelaskan pada kalimat “perhiasannya, kecuali yang biasa tampak dari padanya” yaitu wajah dan dua telapak tangannya, maka kedua perhiasannya itu boleh dilihat oleh laki-laki lain, jika tidak dikhawatirkan adanya fitnah. Demikian menurut pendapat yang membolehkannya. Akan tetapi menurut pendapat yang lain hal itu diharamkan secara mutlak, sebab merupakan sumber terjadinya fitnah. Pendapat yang kedua ini lebih kuat demi unuk menutup pintu fitnah, (TafsirHasyiah Shawi Jilid 3, hal. 168).


Tempat Yang Baik Bagi Wanita Shalihah

Sebaik-baik tempat bagi wanita shalihah adalah di kamarnya, ini sebagaimana sabda Rasulullah Saw ketika istri Humaid As-Sa’idi datang kepada Rasulullah Saw dan meminta untuk bisa shalat bersama Rasulullah saw.

Diriwayatkan dari istri Humaid As-Sa’idi: ”Aku tahu bahwa kamu senang shalat bersamaku, namun jika kamu shalat di kamar dimana kamu tidur itu lebih baik dari pada kamu shalat diruangan lain dalam rumahmu. Jika kamu shala diruangan rumahmu, itu akan lebih baik dari pada kamu shalat di serambi rumahmu. Jika kamu shalat di serambi rumahmu itu akan lebih baik dari pada kamu shalat di mesjidku”, (Hadits-Syarah ‘Uqudul Lijain, hal. 13).

Dalam hadits yang lain, Rasulullah Saw juga menjelaskan tentang keutamaan seorang wanita dirumahnya dari pada diluar rumah.

Diriwayatkan dari Aisyah: “Sesungguhnya shalat seorang wanita di kamar tidurnya lebih baik baginya dari pada shalat diruangan lain dalam rumahnya, dan shalat wanita diruang rumahnya lebih baik dari pada shalatnya di perkarangan rumahnya, dan shalat seorang wanita diserambi rumahnya adalah lebih baik dari pada shalat di mesjid”, (H. R al-Baihaqi).

Dari kedua hadits di atas menjelaskan bahwa untuk shalat saja wanita itu lebih utama di rumahnya, bahkan di dalam kamarnya di bandingkan di mesjid. Dan ini sungguh tidak akan sebanding kemulian mesjid dengan cafe-cafe yang kebiasaannya di cafe-cafe itu berbagai macam orang dan tingkah laku di dapati.

Bukan saja ditempat umum, bahkan untuk keluar rumah bagi seorang wanita tanpa suatu keperluan yang sangat dibutuhkan saja sangat dilarang, apalagi yang keluar rumah kemudian berkumpul di tempat umum atau duduk semeja dengan lelaki yang ajnabi/lain.

“Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Saw bersabda: sesungguhnya wanita itu adalah aurat, maka apabila ia keluar Syaithan akan menghiasinya (dihadapan kaum laki-laki untuk menyesatkannya. Dan sat-saat paling dekat dengan Rab nya adalah saat ia berada di bagian rumahnya yang paling dalam”, (H. R Ibnu Khuzaimah).

Wanita yang taat kepada Allah dan akan dekat dengan Allah saat ia berada di dalam kamarnya, dan inilah pakai-pakainnya wanita shalihah.

Dengan tetap tinggal dirumah, berarti wanita itu berada dalam benteng yang kokoh untuk menjaga dirinya, bahkan ini bisa mempersempit jalan Syaithan untuk merusak, menyesatkan, menggoda dan merayu dirinya dan orang lain.

“Tahanlah wanita di rumah karena sesungguhnya wanita itu adalah aurat. Apabila wanita keluar rumah, syaithan menatapnya tajam dan berbisik kepadanya “tidaklah engkau melewati seorangpun melainkan ia pasti kagum terhadapmu””, (H. R Ath-Thabrani).

Ini sudah sangat jelas bahwa tempat yang baik bagi wanita itu di rumahnya, bukan berkumpul di warung-warung, pasar-pasar, perkantoran dan tempat-tempat lain yang bisa terjadi fitnah dan tanpa mahramnya.

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan berpergian selama satu hari satu malam yang tidak disertai mahramnya”, (H. R Bukhari, Muslim, Abu Daud, At Tirmizi, Ibnu Majah, dan Ahmad).


Seorang Suami Itu Harus Cemburu Kepada Istrinya

Suami yang shalih adalah suami yang cemburu ketika istrinya dipandang oleh lelaki lain, sedangkan suami yang tidak memiliki rasa cemburu bahkan membiarkan istrinya pergi kemana saja bersama lelaki lain atau duduk bersama lelaki lain adalah suami yang dayyus, resiko bagi suami dayyus adalah jangankan masuk surga, haram baginya mencium bau surga.

Di dalam kitab Al-Ihya, Imam Al-Ghazali berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya aku benar-benar seorang pencemburu, dan seseorang yang tidak memiliki rasa cemburu (pada keluarganya) termasuk orang yang hatinya terbalik”, (Hadits).

Dalam hadits yang lain Rasulullah Saw bersabda:

“Sesungguhnya Allah Swt sangat cemburu, dan sesungguhnya orang mukmin itu cemburu. Adapaun kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin melakukan apa yang diharamkan oleh Allah”, (H. R Imam Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmizi, dan Abu Hurairah).

Suami yang baik adalah suami yang mampu membimbing istri-istrinya, mengajari hal-hal yang dibolehkan dalam agama dan tidak dibolehkan serta menjaga istri-istrinya dari celah berbuat maksiat dan celah murkanya Allah kepada mereka.karena ketika celah murka Allah terbuka kepada mereka dan suaminya ridha, maka kedua-duanya mendapat murka Allah.

“Takutlah kalian kepada Allah didalam memelihara istri-istri. Sesungguhnya mereka adalah amanah-amanah bagimu. Maka barangsiapa tidak memelihara istrinya untuk shalat dan tidak mendidiknya dalam hal agama, berarti ia benar-benar telah mengkhianati Allah dan Rasul Nya”, (Hadits).

Friday, April 6, 2018

Azan Sebagai Pengingat Ku

Ketika aku sedang lalai
Dengan kesibukan duniawi ku
Aku masih bisa berterima kasih
Karena azan mengingatkan ku

Mengingatkan ku akan kewajibanku
Untuk melakukan ibadah kepada Mu
Kepada Mu ya Tuhan ku
Yang telah menciptakan daku

Aku sadar .....
Aku bukan hamba yang taat kepada Mu
Tapi aku akan berusaha
Untuk tidak mengabaikan panggilan Mu ya Allah

Aku sadar, aku terlahir dari keluarga muslim
yang selalu di azani dan di iqamati anak-anaknya
Ketika mereka baru lahir
Agar anak-anaknya tidak tuli panggilan Ilahi

Sungguh indah alunan suara azan
Ketika menggema memanggil kami
Terbesit dalam hasrat untuk meng ijabahnya
Walau kadang sebab nafsu terabaikan

Terima kasih Tuhan ......
Engkau masih mengiradahkan daku dalam Islam
Islam yang selalu mencoba menjadi muslim sejati
Yang semoga daku selalu ditunjuki