Wednesday, February 9, 2022

Aturan Bersenggama

 قَالَ الإِمَامُ العَالِمُ العَلَّامَةُ جَلَالُ الدِّين عَبْدُ الرَّحْمَن السُّيُوطِي فِي الرَّحْمَة

Imam Jalaluddin Abdurrahman Al-Suyuti berkata dalam Kitab Ar-Rahmah:

إِعْلَمْ أَنَّ الجِمَاعَ لَا يَصْلُحُ إِلَّا عِنْدَ هَيَجَانِ الشَّهْوَةِ مَعَ اسْتِعْدَادِ المَنِي
Ketahuilah bahwa senggama tidak baik kecuali ketika memuncakya birahi serta siapnya sperma

فَيَنْبَغِي أَنْ يُخْرِجَهُ فِي الحَالِ كَمَا يُخْرِجُ الفُضْلَةَ الرَّدِيئَةَ بِالإسْتِفْرَاغاَتِ كَالمُسْهِلَات 
Maka ia hendaknya mengeluarkan sperma seketika, seperti ia mengeluarkan sisa kotoran dengan buang air besar seperti sakit perut

فَإنَّ فِي حَبْسِهِ عِنْدَ ذَلِكَ ضَرَراً عَظِيمًا
karena dengan menahan sperma ketika memuncaknya birahi dapat menyebabkan bahaya yang besar.

وَالمُكْثِر مِنَ الجِمَاعِ لَا يَخْفَى هَرَمُهُ سَرِيعًا وَقِلَّةِ قُوَّتِهِ وَظُهُورِ الشَّيْبِ فِيه
orang yang kebanyakan melakukan senggama pasti cepat penuaanya, lemah tenaganya dan tumbuhnya uban

َوَلِلْجِمَاعِ كَيْفِيَةٌ وَهِيَ أَنْ تَسْتَلْقِىَ المَرْأَةُ عَلَى ظُهُورِهَا
bersenggama itu ada cara yaitu hendaknya isteri terlentang di atas punggungnya

وَيَعْلُوهَا الرَّجُلُ مُلَاعَبَةً خَفِيفَةً مِنَ الضَّمِّ وَالتَّقْبِيلِ وَنَحْوِ ذَلِك
 dan suami berada di atasnya seraya melakukan cumbuan ringan berupa mendekap, mencium dan lain sebagainya

َحَتَّى إِذَا حَضَرَتْ شَهْوَتُهَا أَوْلَجَ وَتَحَرَّك
sampai ketika isteri bangkit birahinya maka maka suami memasukkan dzakar dan menggesek – gesekkannya

فَإِذَا صَبَّ المَنِيُّ فُلَا يَنْزِعُ بَلْ يَصْبِرُ سَاعَةً مَعَ الضَّمِّ الجَيِّدِ لَهَا
sampai saat suami sudah ejakulasi maka jangan mencabut, melainkan sabar beberapa saat disertai dekapan baik kepada istri

فَإِذَا سَكَنَ جِسْمُهُ سُكُونًا عَظِيمًا نَزَعَ وَمَالَ عَلَى يَمِينِهِ حِينَ النَّزْع
Baru setelah tubuh suami sudah tenang maka ia mencabut dan ia codong pada sisi kananya ketika mencabut

فَقَدْ ذَكَرُوا أَنَّ ذَلِكَ مِمَّا يَكُونُ بِهِ الوَلَدُ ذَكَر
ulama’ menerangkan bahwa tindakan demikian merupakan penyebab anak akan menjadi laki-laki.

ًوَيَمْسَحَانِ فَرْجَهُمَا بِحِرْقَتَينِ نَظِيفَتَينِ لِلرَّجُلِ وَاحِدَةً وَلِلْمَرْأَةِ وَاحِدَة
dan keduanya mengelap alat kelamin masing-masing dengan dua kain, untuk suami satu dan untuk isteri satu

وَلَا يَمْسَحَانِ بِحِرْقَةٍ وَاحِدَةٍ فَإنَّ ذَلِكَ يُورِثُ الكَرَاهَة
Jangan sampai keduanya menggunakan satu kain karena hal itu dapat memicu pertengkaran

وَأَحْسَنُ الجِمَاعِ مَا يَعْقِبُهُ نَشَاطُ وُطِيبُ نَفْسٍ وَبَاقِى شَهْوَة
Bersenggama yang paling baik adalah senggama yang diiringi dengan sifat agresif, kerelaan hati dan masih menyisakan syahwat.

وَشَرُّهُ مَا يُعْقِبُهُ رَعْدَةٌ وَضِيقُ نَفْسٍ وَمَوتُ أَعْضَاءٍ وَغَشِيَانٌ وَبُغْضُ الشَّخْصِ المَنْكُوحِ فَإنْ كَانَ مَحْبُوبا
dan senggama yang paling jelek adalah senggama yang diiringi gemetar, gelisah, anggota badan terasa mati, pingsan, dan marahnya seorang yang dinikahi, walaupun ia dicintai

فَهَذَا القَدْرِ كَافٍ فِي تَدْبِيرِ الأَصْلَحِ مِنَ الجِمَاع
keterangan ini sudah cukup untuk mengatur senggama yang paling baik.

Penjelasan Tentang Bersenggama dan Waktu Bersenggama

 إعْلَم أَنَّ المَقْصُودُ الأَعْظَم مِنَ النِّكَاحِ التَّعَبُّدُ وَالتَّقَرُّبُ وَاتِّبَاعُ سُنَّةُ الرَّسُولِ وَتَحْصِيلُ الوَلَدِ وَالنَّسْل

Ketahuilah bahwa tujuan utama dari suatu pernikahan adalah pengabdian, pendekantan dan mengikuti sunnah Rasul dan menghasilkan anak dan keturunan

لِأَنَّ بِهِ بَقَاءَ العَالَمِ وَانْتِظَامَهُ وَبِتَرْكِهِ وَإهْمَالِهِ خَرَابَه وَدِرَاسَه
Karena hanya dengan pernikahanlah kelestarian alam dan teraturnya. Dan dengan meninggalkannya berarti sebuah kehancuran dan kemusnahan alam ini.

وَمَعْلُومٌ أَنَّهُ لَا يُحْصَلُ الحَصَادُ إِلَّا بِنَثْرِ البَذْرِ عَلَى الأَرْضِ أَوَّلًا
Sudah maklum bahwa tak akan ada panen tanpa menyebar benih pada bumi dahulu,

وَحَرْثِهَا وَزَرْعِهَا بِطُرُقٍ وَكَيْفِيَاتٍ مَعْلُومَةٍ عِنْدَ الفَلَاحِ 
kemudian mengolah dan merawatnya melalui teori dan teknik yag telah diketahui dikalangan petani

وَانْتِظَارِ المَدَدِ إِلَى بُدُوِّ الصَّلَاح
Dan penantian anugrah hingga siap panen.

وَكَذَلِكَ لَا يُحْصَلُ الوَلَدُ وَالنَّسْلُ إِلَّا بِبَثِّ بَذْرِ الزَّوْجِ عَلَى مَزْرَعَتِهِ وَزَرْعَتِهِ الَّتِي هِيَ حَلِيلُه
Begitu pula tak akan terwujud seorang anak dan keturunan kecuali dengan memasukkan benih suami pada ladangnya dan tanamanya yaitu istrinya

قال تعالى نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُمْ الآية
Allah berfirman: Istri-istri kalian adalah ladang kalian. Maka datangilah ladang kalian itu semaumu dan kerjakanlah (amal-amal yang baik) untuk diri kalian

ْوَسَبَبُ نُزُولِ هَذِهِ الآيَةِ أَنَّ المُسْلِمِينَ قَالُوا: إِنَّا نَأتِي النِّسَاءَ بَارِكَاتٍ وَقَائِمَاتٍ وَمُسْتَلْقِيَاتٍ وَمِنْ بَيْنَ أَيْدِيهِم وَمِنْ خَلْفِهِم بَعْدَ أَن يَكُونَ المَأتِيَ وَاحِدًا
Sebab turunya ayat ini bahwasanya orang-orang islam mengatakan: kita menggauli isteri dengan posisi berlutut, berdiri, terlentang, dari arah depan dan dari arah belakang. walaupun tujuanya satu

فَقَالَتِ اليَهُودُ مَا أَنْتُم إِلَّا البَهَائِم لَكِنَّا نَأتِهِنَّ عَلَى هَيْئَةٍ وَاحِدَة 
Maka orang-orang Yahudi menyatakan: kalian itu binatang, sedangkan kami mendatangi mereka dengan satu macam posisi

وَإِنَّا لَنَجِدُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ كُلَّ إِتْيَانٍ تُؤتَى النِّسَاء غَيْرَ الإسْتِلْقَاءِ دَنَسٌ عِنْدَ الله
Sungguh kami temukan dalam Taurat bahwa setiap hubungan badan selain posisi isteri terlentang itu kotor di menurut Allah

فَأَكْذَبَ الله تَعَالَى اليَهُود
maka Allah mendustakan orang-orang yahudi

فَفِي هَذِهِ الآيةِ دِلَالَةٌ عَلَى جَوَازِ إِتْيَانِ الرَّجُلِ زَوْجَتَهُ عَلَى أَيِّ كَيْفِيَةٍ وَحَالٍ شَاء مِن قِيَامٍ وَقُعُودٍ وَاْستِلْقَاء
Jadi dalam ayat ini ada petunjuk diperbolehkannya seorang suami menyetubuhi isterinya dengan cara dan posisi apapun yang ia mau. Baik dengan berdiri, duduk atau terlentang

وَمِنْ أَيِّ جِهَةٍ شَاء مِنْ فَوْقٍ وَمِنْ تَحْتٍ وَمِنْ وَرَاءٍ وَمِن قِدَام
Dan dari arah manapun suami mau, baik dari atas, dari bawah, dari belakang atau dari depan

وَفِي أَيِّ وَقْتٍ شَاءَ فِي اللَّيلِ أَوِ النَّهَار 
Dan pada waktu kapanpun suami mau, baik siang hari atau malam hari

ٍبَعْدَ أَنْ كَانَ فِي صَمَامٍ وَاحِد
setelah dalam satu cara

لَكِنْ قَالَ أَهْلُ العِلْمِ مَنْ جَامَعَ زَوْجَتَهُ فِي لَيْلَةِ الجُمْعَةِ يَصِيرُ الوَلَدُ حَافِظًا لِكِتَابِ الله تَعَالى
tetapi ahli ilmu berkata: Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Jum’at, maka anak akan menjadi penhafal kitab Allah

وَمَنْ جَامَعَ فِي لَيْلَةِ السَّبْتِ يَكُونُ الوَلَدُ مَجْنُونًا
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam sabtu, maka anak akan menjadi gila

وَمَنْ جَامَعَ فِي لَيْلَةِ الأَحَدِ يَكُونُ الوَلَدُ سَارِقًا لِمِلْكِ غَيْرِهِ أَوْ ظَالِمًا
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Ahad, maka anak akan menjadi seorang pencuri milik orang lain atau penganiaya.

وَمَن جَامَعَ فِي لَيْلَةِ الإثْنَينِ يَكُونُ الوَلَدُ فَقِيرًا أَوْ مِسْكِينًا أَوْ رَاضِيًا لِأَمْرِ الله وَقَضَائِه
  Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Senin, maka anak akan menjadi fakir atau miskin atau ridho dengan keputusan dan qodho’-nya Allah.

وَمَنْ جَامَعَ فِي لَيْلَةِ الثُّلَاثَاء يَكُونُ الوَلَدُ بَارًّا لِلْوَالِدَيْن
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Selasa, maka anak akan menjadi orang yang berbakti kepada orang tua.

وَمَنْ جَامَعَ فِي لَيْلَةِ الأَرْبِعَاء يَكُونُ الوَلَدُ كَثِيرَ العَقْلِ أَوْ كَثِيرَ العِلْمِ أَوْ كَثِيرَ الشُّكْر
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Rabu, maka anak akan cerdas atau berpengetahuan atau banyak bersyukur

وَمَنْ جَامَعَ فِي لَيلَةِ الخَمِيسِ يَكُون الوَلَدُ مُخْلِصًا فِي قَلْبِه
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya pada malam Kamis, maka anak akan menjadi orang yang berhati ikhlas

وَمَنْ جَامَعَ زَوْجَتِهِ مَعَ التَّكَلُّمِ يَكُونُ الوَلَدُ أَبْكَم
    Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya sembari bercakap-cakap, maka anak akan bisu

وَمَنْ جَامَعَ فِي ظُلْمَةٍ يَكُونُ الوَلَدُ سَاحِرًا
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya di dalam kegelapan, maka anak akan mejadi penyihir

وَمَنْ جَامَعَ مَعَ السِرَاجِ يَكُونُ الوَلَدُ حَسَنُ الصُّورَة
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya di bawah nyala lampu, maka anak akan berwajah tampan

وَمَنْ جَامَعَ رَائِيًا عَوْرَةِ المَرْأة يَكُونُ الوَلَدُ أَعْمَى أَوْ أَعْمَى القَلْب
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya sambil melihat aurat isteri, maka anak akan buta mata atau buta hatinya.

وَمَن جَامَعَ سَائِلَ الزَّادِ لِسَفَرٍ يَكُونُ الوَلَدُ كَاذِبًا
barang siapa yang bersetubuh seraya meminta bekal untuk bepergian, mka anak akan menjadi pendusta

وَمَنْ جَامَعَ تَحْتَ الشَّجَرَةْ المَطْعُوم ثَمَرُهَا يَكُونُ الوَلَدُ مَقْتُولُ الحَدِيد أَوْ مَقْتُولُ الغَرَقِ أَوْ مَاتَ فِي هَدْمِ الشَّجَرَة
Barangsiapa yang menyetubuhi isterinya di bawah pohon yang buahnya dapat dimakan, maka anak akan terbunuh dengan besi atau karena tenggelam atau karena keruntuhan pohon.

قَالَ أهْلُ العِلْمِ وَيَنْبَغِي لِلْعَرُوسِ أَرْبَعَةٌ أَشْيَاء 
ulama berkata: Hendaknya seorang suami memperhatikan empat hal:

أَوَّلُهَا أَخْذُ اليَدَيْنِ وَثَانِيهَا مَسُّ صَدْرِهَا وَثَالِثُهَا تَقْبِيلُ الخَدَّيْنِ وَرَابِعُهَا قِرَاءَةِ البَسْمَلَةِ عِنْدَ إدْخَالِ الذَّكَرِ فِي الفَرْج
pertama: Memegang kedua tangan isteri. kedua: Meraba dadanya. ketiga: Mencium kedua pipi. keempat: Membaca Basmalah ketika memasukkan penis pada vagina.

 وَقَالَ صلى الله عليه وسلم مَنْ جَامَعَ زَوْجَتَهُ عِنْدَ الحَيْضِ فَكَأَنَّمَا جَامَعَ أُمَّهُ سَبْعِينَ سَنَةً الحَدِيث أَوْ كَمَا قَال
Rasulullah SAW. bersabda: barang siapa yang menyetubuhi isterinya ketika haid, maka seolah-olah dia menyetubuhi ibunya sebanyak tujuh puluh kali

نَفِيسَة ظَرِيفَة سُئِلَ بَعْضُ المَشَايِخِ عَنِ النِّعَمِ الدُّنْيَا كَمْ هِيَ؟
Nafisah Dzarifah: Sebagian guru besar ditanya tentang kenikmatan dunia, berapa itu?

فَأَجَابَ بِأَنَّهَا كَثِيرَةُ لَا يُحْصَى عَدَدُهُا قَالَ تَعَالَى: وَإن تَعُدُّوا نِعْمَة ٍالله لَا تُحْصُوهَا وَلَكْن أَعْظَمُهَا انحَصَرَ فِي ثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: تَقْبِيلُ النِّسَاءِ وَلَمْسُهَا وَإدْخَالُ الذَّكَرِ فِي الفَرْج
lalu ia menjawab; Kenikmatan dunia itu sangat banyak hingga tak terhitung jumlahnya. Allah berfirman: jika kalian menghitung nikmat Allah maka kalian tak akan sanggup. tetapi kenikmatan yang paling hebat teringkas pada tiga hal: yaitu mencium wanita, menyentuhnya dan memasukkan penis pada vagina.

قَالَ الشَّاعِر فِي بَحْرِ الرَّجَز
Seorang penyair mengungkapkan lewat tembang Rojaznya

وَنَعِـمُ الدُّنْيَـا ثَلَاثٌ تُعْتَـبَر * لَـْمسٌ وَتَقْــبِيلٌ وَإدْخَــالُ الذَّكَر
Kenikmatan dunia ada tiga macam yaitu menyentuh, mencium dan memasukkan penis

وَقَالَ أخَر
Penyair lain mengungkapkan:

وَنَعِـمُ الدُّنْـيَا ثَلَاثٌ تُحْـصَرُ * دِمِيك كُولِيت عَامبُوع كَارُو بَارَع تُورُو
Kenikmatan dunia itu teringkas menjadi tiga yaitu menyentuh kulit, mencium dan tidur bersama (dengan isteri)

Termasuk Penyakit Hati dan Berburuk Sangka

 إعْلَم أَنَّ النِّكَاحَ سُنَّةٌ مَرْغُوبَةٌ وَطَرِيقَةٌ مَحْبُوبَة

Ketahuilah sesungguhnya nikah itu suatu kesunahan yang disukai dan pola hidup yang dicintai

لِأنَّ بِهِ بَقَاءَ التَّنَاسُلِ وَدَوَامَ التَّوَاصُل
Karena dengan nikahlah akan terjaga kesinambungan keturunan dan kelestarian hubungan

فَقَدْ حَرَّضَهُ الشَارِعُ الحَكِيم
Sang Maha pelaksana juga Maha Bijaksana telah menganjurkan nikah

فَقَالَ عَزَّ مِنْ قَائِلٍ “فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُم مِنَ النِّسَاء مَثْنَى وَثُلَاثَ وَرُبَاع الأية
Ia berfirman: Maka nikahilah wanita-wanita yang bagus bagimu, dua, tiga atau empat”

وَقَالَ “وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِنْ أَنْفُسِكُم أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَوَدَّةً وَرَحْمَة” الأية
Dan Ia berfirman: Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Ia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tenteram kepadanya, Dan Ia menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian

وقال: وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ” الآية
Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin maka Allah akan mengayakan mereka dengan karunia-Nya

وَمِن إِغْنَائِهِ تَعَالَى لَهُم أَنَّ الرَّجُلَ قَبْلَ دُخُولِهِ فِي قَيْد النِّكَاحِ لَهُ يَدَانِ وَرِجْلَانِ وَعَيْنَانِ وَغَيْرِهَا مِنَ الجَوَارِحِ بحدتها فقط
di antara bentuk mengayakannya Allah kepada mereka ialah bahwa seorang laki-laki sebelum memasuki ikatan pernikahan dia hanya memiliki dua tangan, dua kaki, dua mata dan sebagainya dari anggota tubuhnya yang masing-masing hanya sepasang.

وَلَكِنْ كُلَّمَا دَخَلَ فِيهِ صَارَتْ تِلْكَ الأَعْضَاءِ تَتَضَاعَفَ ضِعْفَيْنِ بِزِيَادَةِ أَعْضَاءِ زَوْجَتِهِ إِلَيْهَا
Namun ketika ia masuk dalam sebuah ikatan pernikahan, maka anggota-anggota tubuh tersebut menjadi berlipat ganda dua kali lipat dengan tambahan anggota tubuh istrinya

أَلَا تَرَى أَنَّ العَرُوسَةَ إِذَا قَالَتْ لِلْعَرِيسِ: لِمَنِ يَدَاك؟ قَالَ لَكَ وَاذَا قَالَتْ لَهُ: لِمَنْ أَنْفَكَ؟ قَالَ لَكَ وَاذَا قَالَتْ لَهُ ايْضًا: لِمَنِ عَيْنَاكَ؟ قَالَ لَهَا مُجِيبًا وَمُؤنِسًا: لَكَ وَهَكَذا
Tahukah engkau bahwa ketika pengantin wanita bertanya kepada pengantin pria: “Untuk siapakah tanganmu?”. Maka pengantin pria menjawab: “Untukmu”. Dan ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: ”Untuk siapakah hidungmu?”. Maka dia menjawab: “untukmu”. Begitu pula ketika pengantin wanita bertanya kepadanya: ”Untuk siapa matamu?”. Dengan penuh kasih sayang dia menjawab:” Untukmu”.

وَقَالَ صلى الله عليه وسلم يَا مَعْشَرَ الشَّبَاب مَن اسْتَطَاعَ مْنكُم البَاءَة فَلْيَتَزَوَّج فَإنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ الحديث
Nabi SAW bersabda: Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu membiayai pernikahan, hendaklah kalian menikah. Karena sesungguhnya nikah itu lebih mampu memejamkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan

وَالبَاءَة النَّفَقَةُ الظَّاهِرَةُ وَالبَاطِنَةُ كَمَا قِيل
kata “ba’ah” adalah nafkah dhohir dam batin.

َوَقَالَ أَيْضَا تَزَوَّجُوا الوَلُود الوَدُود فَإنِّي مُكَاثِرٌ بِكُم الأُمَمَ يَوْمَ القِيَامَة الحَدِيث أَوْ كَمَا قَال
Beliau SAW juga bersabda: Nikahilah wanita-wanita yang banyak anak, yang banyak kasih sayangnya kepada suami. Karena sesungguhnya aku akan berlomba-lomba dengan kalian memperbanyak umat di hari kiamat 

 وَغَيْرُهَا مِنَ الآيَاتِ وَالأَحَادِيث
Dan masih banyak lagi ayat dan hadis lain.

Rahasia Penciptaan Keperawanan

  kewanitaan mengatakan

إِذَا كَانَ فَمُ المَرْأَةِ وَاسِعًا كَانَ فَرْجُهَا وَاسِعًا
Bila mulut seorang wanita itu lebar, maka vaginanya lebar

إِذَا كَانَ صَغْيراً كَانَ فَرْجُهَا صَغِيرًا ضَيِّقًا
Bila mulutnya kecil, maka vaginanya kecil juga sempit

قَالَ مِنْ بَحْرِ الطَّوِيل
Seorang penyair lewat bahar thowilnya menyatakan

إِذَا ضَاقَ فَمُ البِكْرِ ضَاقَتْ فُرُوجُهَا * وَكَانَ لِفَمِهَا شِعَارٌ لِفَرْجِهَا
Apabila seorang perawan sempit mulutnya, maka sempit pula vaginanya. Demikian ini memang mulut seorang perawan itu menjadi pertanda dari bentuk dan keadaan vaginanya

وَإِن كَانَت شَفَتَاهَا غَلِيظَتَينِ كَانَ شَفْرَاهَا غَلِيظَتَين
Bila kedua bibirnya tebal, berarti bibir vaginanya tebal

وَإنْ كَانَتَا رَقِيقَتَينِ كَانَتَا رَقِيقَتَين
  Bila kedua bibirnya tipis, berarti kedua bibir vaginanya tipis

وَإنْ كَانَتْ السُّفْلَى رَقِيقَةً كَانَ فَرْجُهَا صَغِيرًا
Bila bibir bawah tipis, berarti vaginanya kecil

وَإِنْ كَانَ فَمُ المَرْأَةِ شَدِيدَ الحُمْرَةِ كَانَ فَرْجُهَا جَافًا عَنِ الرُّطُوبَة
 Bila mulut wanita itu sangat merah, berarti vaginanya kering

وَإِنْ كَانَتْ حَدْبَاءَ الأَنْفِ فَهِيَ قَلِيلَةُ الغَرَضِ فِي النِّكَاح
Bila wanita itu hidungnya mancung berarti tidak begitu berhasrat untuk melakuan senggama

وَإِنْ كَانَتْ طَوِيْلَةَ الذَّقَنِ فَإنَّهَا فَاتِحَةُ الفَرْجِ قَلِيلَةُ الشَّعْر
Bila wanita itu dagunya panjang, berarti vaginanya menganga dan sedikit bulunya

وَإن كَانَت صَغِيرَةَ الحَاجِبِ فَإنَّهَا غَامِضَةُ الفَرْج
   Bila wanita itu tipis alisnya, berarti posisi vaginanya agak ke dalam

وَإنْ كَانَتْ كَبِيرَةَ الوَجْهِ غَلِيظَةَ الضَّفَائِرِ دَلَّ ذَلِكَ عَلَى صَغِيرَةِ العَجِيزَةِ وَكَبِيرِ الفَرْجِ وَضِيقِه
Bila wanita itu wajahnya lebar juga lehernya besar berarti pantatnya kecil dan vaginanya besar serta sempit

وَإذَا كَثُرَ شَحْمُ ظَاهِرِ قَدَمِهَا وَبَدَنِهَا عَظُمَ فَرْجُهَا وَكَانَتْ مَخْطُوبَةً عِنْدَ زَوْجِهَا
Bila wanita itu banyak lemak luar telapak kakinya dan badanya berarti besar vaginanya, dan ia di pinang samping suaminya

وَإذَا كَانَتْ نَاتِئَةَ السَّاقَينِ فِي الصَّلْبَةِ فَإنَّهَا شَدِيدُ الشَّهْوَةِ لَا صَبْرَ لَهَا عَنِ الجِمَاع
Bila kedua betisnya tebal dan keras, berarti besar birahinya dan tidak sabar untuk bersenggama

وَإنْ كَانَتْ عَيْنُهَا كَحِيلَةً كَبِيرَةً فَإنَّهَا يَدُلُّ عَلَى ضَيْقِ الرَّحِم
Bila matanya tampak bercelak dan lebar, hal ini menunjukkan sempit rahimnya

ِوَصَغِيرُ العَجِيزَةِ مَعَ عَظْمِ الكَتِفِ يَدُلَّانِ عَلَى عَظْمِ الفَرْج
Pantat yang kecil serta bahu yang besar itu menunjukkan besar vagina

Saturday, January 29, 2022

Siapa Yang Memasak Untuk Suami dan Siapa Yang Memasak Untuk Istri?



تنبه : ايس على خادمها الا ما يخصها وتحتاج اليه كحمل الماء للمستحم والشرب وصبه على بدنها وغسل خرق الحيض والطبخ لاكلها اما ما يخصها كالطبخ لاكله وغسل ثيابه فلا يجب على واحد منهما بل هو على الزوج فيوفيه بنفسه او بغيره


Tidak wajib dikerjakan oleh pembantu isteri kecuali sesuatu yang khusus untuk istri dan istri membutuhkannya, seperti membawa air ke bak air untuk mandi dan minum istri, menuangkan kebadan istri, mencuci pakaian haidh dan memasak makanan istri.


Adapun sesuatu yang tidak terkhusus untuk istri, seperti memasak makanan suami dan mencuci pakaian suami, maka itu tidak wajib dilakukan oleh pembantu istri, tetapi kewajiban suami, maka ia kerjakan sendiri atau mencari pembantu lainnya.

(I'anahthuth Thalibin, Juz. 4, h. 86-87 cet. Darul Fikri)

Wednesday, January 26, 2022

RUMUSAN TENTANG MUSIK

dengan bertawakkal kepada Allah SWT

dan mendapat persetujuan forum mubahasah 

LAJNAH TASTAFI PUSAT

MEMUTUSKAN 


Menetapkan : 

KESATU : Hukum berbuat sesuatu yang melalaikan dari melakukan kewajiban kepada Allah

adalah haram. 


KEDUA : 

a. Terdapat khilafiyah ulama tentang keharaman alat musik. Mayoritas ulama

mengharamkannya, kecuali duff (rebana). Mengikuti pendapat ulama yang 

menghalalkan alat musik dapat membuka peluang terjadinya maksiat. 

b. Keharaman alat musik bukan karena suaranya yang indah, tapi karena nash-nash

syar’i, syi’ar orang fasiq serta melahirkan gerakan refleks secara fisik (idhtirab). 

c. Memainkan alat musik yang menjadi syiar orang fasik adalah haram karena

mengandung unsur menyerupai orang fasik. 

d. Perbuatan yang diharamkan karena illat menyerupai (tasyabbuh) maka hukumnya

tidak berubah walaupun unsur tasyabbuh telah mengalami kekaburan akibat

dilakukan oleh banyak umat Islam. 

e. Pengecualian terhadap rebana (duff) dari jenis alat musik yang diharamkan didasari

oleh nash hadits yang melegitimasinya.  

f. Memunculkan suara musik dari organ tubuh seperti mulut atau beatbox termasuk

kategori perbuatan yang diharamkan. 


REKOMENDASI: 

1. Diharapkan kepada pemerintah untuk memberi perhatian serius terhadap pertunjukan

alat musik ditengah-tengah masyarakat yang dapat mendegradasi moral dan nilai-nilai

Islami. 

2. Diharapkan kepada para ahli hukum fikih untuk menyampaikan hukum terkait alat

musik dengan mempertimbangkan konsep menutup peluang terjadinya maksiat (saddu

dzari’ah). 

3. Diharapkan kepada masyarakat untuk mengikuti pandangan ulama yang lebih otoritatif

terkait halal-haram yang berhubungan dengan alat musik.

Tuesday, January 25, 2022

Suami yang tinggal dirumah istri atau dirumah mertuwa, wajibkah membayar sewa?

 Suami yang tinggal dirumah istri atau dirumah mertuwa, wajibkah membayar sewa?


ولو سكن معها فى منزلها باذنها او لامتناعها من النقلة معه او فى منزل ابيها لم يلزمه اجرة لان الاذن العرى عن ذكر العوض ينزل على الاعارة والاباحة


Jikalau suami tinggal bersama istri dirumah istri dengan izinnya, atau istri tidak mau pindah kerumah suami, atau suami tinggal dirumah mertuanya dengan izinnya, itu tidak wajib membayar sewa, karena izin sunyi dari menyebut ongkos itu sama seperti pinjam atau ibahah.

(I'anathuth Thalibin, Darul Fikri, Juz. 4, h. 84-85)

Wednesday, December 22, 2021

DOA PEUSIJUK ( KAIFIYAT PEUSIJUK ).

 DOA PEUSIJUK ( KAIFIYAT PEUSIJUK ).


1.   Mula-mula dibaca :

بِسْمِ   اللّٰهِ  الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اللّٟهُـمَّ   اَنْزِلِ    الرَّحْمَةَ    عَلَيْنَا


2.   Ambil Beras / Padi serta membaca Basmalah dan niatkan segala pekerjaan berkembang (niatkan menurut apa yang akan dipeusijuk), serta membaca shalawat berikut ini :


اللّٟهُـمَّ   صَلِّ   عَلىٰ    سَيِّدِنَا   مُحَمَّدٍ    وَاٰلِهِ    وَصَحْبِهٖ    وَسَلِّمْ


3.   Ambil nasi ketan (bu lukat : bahasa Aceh) dengan membaca tasbih berikut ini :


سُبْحَانَ    اللّٰهِ   وَبِحَمْدِهٖ   عَدَدَ    خَلْقِهٖ   وَرِضَاءَ   نَفْسِهٖ   وَزِيْنَةَ   عَرْشِهٖ    وَمِدَادَ   كَلِمَاتِهٖ


4.   Kemudian ambil air tepung tawar dengan di baca do`a ini :


اللّٟهُـمَّ   اسْقِنَا   غَيْثًا   مُغِيْثًا   مَرِيْعًا   غَدَقًا   مُجَلِّلًا   سَحًّا   عَامًّا   طَبَقًا    دَائِمًا   اِلىٟ   يَوْمِ    الدِّيْنِ , سَلَامٌ     قَوْلًا   مِنْ    رَّبِّ   رَحِيْمٍ , سَلَامٌ     عَلىٰ    نُوْحٍ   فِى    الْعَالَمِيْنَ , رَبَّنَا   آتِنَا   فِى   الدُّنْيَا   حَسَنَةً   وَفِى   الْأٰخِرَةِ    حَسَنَةً   وَقِنَا   عَذَابَ   النَّارِ .


Serta ditambah dengan do`a-do`a khusus peusijuk masing-masing sebagai mana yang tercantum pada kumpulan doa peusijuk.


=====================================


KUMPULAN DOA² PEUSIJUK


 Do`a Peucicap Anak-Anak

بسم    الرحمن   الرحيم

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ  رَبِّ    الْعَالَمِيْنَ    وَالصَّلَاةُ    وَالسَّلَامُ    عَلىٰ    سَيِّدِنَا   مُحَمَّدٍ   وَعَلىٰ   اٰلِهٖ    وَصَحْبِهٖ    اَجْمَعِيْنَ      اللّٟهُـمَّ    اجْعَلْ    هٰذَ ا    الْمَوْلُوْدَ   سَعِيْدًا   مُبَارَكًا    مَرْزُوْقًا    وَبَارًّا     لِوَالِدَيْهِ      وَنَاصِرًا      لِدِيْنِ     الْاِسْلَامِ      بِرَحْمـَـتِكَ     يَااَرْحَم َ    الرَّاحِمِيْنَ    . (تيكا  كالى )


Do`a Peusijuk Pengantin


اللّٟهُـمَّ   اَلِّفْ   بَيْنَهُمَا    كَمَا    اَلَّفْتَ     بَيْنَ   أٰدَمَ    وَحَوَاءَ    وَاَلِّفْ    بَيْنَهُمَا    كَمَا   اَلَّفْتَ     بَيْنَ   سُلَيْمَانَ    وَبَلْقِيْسَى    وَاَلِّفْ    بَيْنَهُمَا    كَمَا    اَلَّفْتَ   بَيْنَ   اِبْرَاهِيْمَ    وَسَرَةَ    وَاَلِّفْ    بَيْنَهُمَا    كَمَا    اَلَّفْتَ    بَيْنَ    يُوْسُفَ    وَزُلَيْخَا   وَاَلِّفْ    بَيْنَهُمَا    كَمَا   اَلَّفْتَ    بَيْنَ    نَبِيِّنَا    مُحَمَّدٍ    صَلىَّ   اللّٰهُ  عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ    وَعَائِشَةَ   الْكُبْرَاءَ     أٰمِيْنَ    يَامُجِيْبَ    السَّائِلِيْنَ    (تيكا كالى )


Do`a Peusijuk Rumah


اللّٟهُـمَّ    اَنْزِلِ   الرَّحْمَةَ    وَاْلبَرَكَةَ    وَالسَّلَامَةَ    وَالْعَافِيَةَ     مِنْ هٟذِهِ    الْبَيْتِ  خَاصَّةً وَمِنْ سَائِرِ  الْمُسْلِمِيْنَ   عَامَّةً    اِنَّكَ   عَلىٰ   كُلِّ    شَيْئٍ    قَدِيْرٌ    بِرَحْمَةِ    اللّٰهِ    وَكَرَمِهِ. (تيكا كالى)


Do`a Peusijuk Kendaraan


 اللّٟهُـمَّ   اَنْزِلِ   الرَّحْمَةَ   وَالسَّلَامَةَ    وَالْبَرَكَةَ    وَالْعَافِيَةَ   مِنْ    هٰذِهِ    الرَّاحِلَةِ   خَاصَّةً    وَمِنْ سَائِرِ   رَحَائِلِ    الْمُسْلِمِيْنَ   عَامَّةً   اِنَّكَ   عَلىٰ   كُلِّ    شَيْئٍ    قَدِيْرٌ    بِرَحْمَتِكَ   يَااَرْحَمَ    الرَّاحِمِيْنَ  . (تيكا كالى)


Do`a Peusijuk Orang Patah / Musibah


سَلَامٌ   قَوْلًا   مِّنْ  رَبٍّ   رَّحِيْمٍ   (توجوه كالى) اللّٟهُـمَّ   سَلِّمْنَا   مِنْ  كُلِّ   بَلَاءٍ   وَصَحِّحْ   اَجْسَادَهُ  ( هَا)  وَاَجْسَادَنَا   مِنْ   كُلِّ   دَاءٍ    وَمَرَضٍ   وَقَوِّ   بَدَنَهُ ( هَا)   وَاَبْدَانَنَا   بِحَوْلِكَ   وَقُوَّتِكَ   اِنَّكَ   عَلىٰ   كُلِّ   شَيْئٍ   قَدِيْرٌ


Do`a Peusijuk Orang Musafir


اللّٟهُـمَّ   اجْعَلْ   جَمْعَنَا   هٰذَا   جَمْعًا   مَرْحُوْمًا    وَتَفَرُّقَنَا   مِنْ   بَعْدِهٖ    تَفَرُّقًا   مَعْصُوْمًا    

وَلَاتَجْعَلِ    اللّٟهُـمَّ   فِيْنَا  وَلَامَنْ   مَعَنَا   وَلَامَنْ   يَتْبَعَنَا   شَقِيًّا   وَلَا  مَطْرُوْدًا   وَلَا مَحْرُوْمًا    اللّٟهُـمَّ  لَاتَدَعْ   فِيْنَا   شَقِيًّا   وَلَامَحْرُوْمًا   اللّٟهُـمَّ   سَلِّمْنَا   مِنْ   آفَاتِ   الدُّنْيَا   وَالْأٰخِرَةِ   وَفِتْنَتِهِمَا    اِنَّكَ   عَلىٰ   كُلِّ   شَيْئٍ   قَدِيْرٌ


Do`a Peusijuk Khitan


بِسْمِ   اللّٟهِ   الشَّافِى   بِسْمِ    اللّٟهِ   الْمُعَافِى   بِسْمِ   اللّٟهِ   الْكَافِى   بِسْمِ   اللّٟهِ   الَّذِى   لَايَضُرُّ    مَعَ   اسْمِهٖ   شَيْئٌ      فِى   الْاَرْضِ    وَلَافىِ   السَّمَاءِ    وَهُوَ    السَّمِيْعُ    الْعَلِيْمُ  . (تيكا كالى)


Do`a Peusijuk Bibit Padi


اَلْحَمْدُ لِلّٟهِ  وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ   عَلىٰ    رَسُوْلِ   اللّٟهِ   وَعَلىٰٖ   اٰلِهٖ   وَصَحْبِهٖ   وَمَنْ   وَّالَاهُ     اللّٟهُـمَّ   بِرَحْمَةِ   اللّٟهِ    وَكَرَمِهٖ    اَنْ    تَرْزَقَنَا   مَا   رَزَقْتَ    عِبَادِكَ    الصَّالِحِيْنَ      اللّٟهُـمَّ   بِرَحْمَةِ   اٰدَمَ    وَحَوَّاءَ    وَسَائِرِ    الْاَنْبِيَاءِ    وَرُسُلِهٖ    وَشَفَاعَةِ     نَبِيِّنَا    مُحَمَّدٍ     صَلىَّ    اللّٟهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ    اِقْضِ    حَاجَاتِنَا    وَلَاتَقْطَعْ    رَجَاءَنَا   يَااللّٟهُ    بِرَحْمَةِ    اللّٟهِ    يَااَرْحَمَ    الرَّاحِمِيْنَ


Do`a Permulaan Peusijuk Pengantin


اللّٟهُـمَّ   اِ نِّىْ   اُعِيْذَهَا    بِكَ    وَذُرِّيَّتَهَا    مِنَ   الشَّيْطَانِ    الرَّجِيْمِ    (انتؤ فرمفوان)

اللّٟهُـمَّ  اِ نِّىْ  اُعِيْذَهُ  بِكَ  وَذُرِّيَّتَهُ   مِنَ الشَّيْطَانِ    الرَّجِيْمِ (انتؤ لاكى-لاكى)


Kedua-duanya itu dipeusijuk depan sekali dan belakang sekali


Do`a Peusijuk Jama`ah Haji


اَلْحَمْدُ  لِلّٟهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ  وَالسَّلَامُ   عَلىٰ   اَشْرَفِ   الْاَنْبِيَاءِ  وَالْمُرْسَلِيْنَ  وَعَلىٰ  اٰلِهِ  وَصَحْبِهٖ  اَجْمَعِيْنَ   اللّٟهُـمَّ  اَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا   فِى   الْاُمُوْرِ   كُلِّهَا   وَاَجِرْنَا   مِنْ   خِزْيِ    الدُّنْيَا   وَعَذَابِ    الْأٰخِرَةِ    اللّٟهُـمَّ   اِنَّا   نَسْئَلُكَ    رِضَاكَ   وَالْجَنَّةَ   وَنَعُوْذُبِكَ   مِنْ   سَخَطِكَ    وَالنَّارِ     اللّٟهُـمَّ   اجْعَلْ   حَجَّهُ   حَجًّا   مَبْرُوْرًا   وَسَعْيَهُ   سَعْيًا   مَشْكُوْرًا   وَتِجَارَتَهُ   تِجَارَةً   لَنْ   تَبُوْرَ   وَذُنُوْبَهُ   ذُنُوْبًا   مَغْفُوْرًا   وَعِبَادَتَهُ   عِبَادَةً   مَقْبُوْلَةً   يَااَرْحَمَ    الرَّاحِمِيْنَ.


Do`a Peusijuk Orang Hamil


اللّٟهُـمَّ   صَلِّ   عَلىٰ   سَيِّدِنَا   مُحَمَّدٍ  وَعَلىٟ   اٰلِ   سَيِّدِنَا   مُحَمَّدٍ   كَمَا   صَلَّيْتَ   عَلىٰ   سَيِّدِنَا   اِبْرَاهِيْمَ   وَعَلىٰ   اٰلِ   سَيِّدِنَا   اِبْرَاهِيْمَ   فِى   الْعَالَمِيْنَ   اِنَّكَ   حَمِيْدٌ   مَجِيْدٌ     اللّٟهُـمَّ   سَلِّمْ   هٰذِهِ   الْحَامِلَةَ   وَنَعُوْذُبِكَ    مِنَ   الشَّيْطَانِ   الرَّجِيْمِ    وَصَحِّحْ   وَلَدَهَا    وَطَوِّلْ   عُمُرَهَا    بِرَحْمَتِكَ    وَكَرَمِكَ   اِنَّكَ    عَلىٰ    كُلِّ   شَيْئٍ   قَدِيْرٌ.


Do`a Merobek Kain Kafan Mayit


اللّٰهُـمَّ اجْعَلْ هٰذَا الثَّوْبَ لَهُ( لَهَا) رَحْمَةً  وَنِعْمَةً  وَحِفْظَةً    وَكَرَامَةً    وَنُوْرًا   وَحِجَابًا    مَسْتُوْرًا    بِرَحْمَتِكَ   يَااَرْحَمَ   الرَّاحِمِيْنَ.


Do`a Menaburkan Bedak Mayit


اللّٟهُـمَّ   صَلِّ  عَلىٰ  سَيِّدِنَا   مُحَمَّدِ  نِ النَّبِىِ   الَّذِىْ  جَاءَ  بِالْحَقِّ   الْمُبِيْنِ.


Do`a Belah Buah Jeruk Purut (Boh Kruet = Bahasa Aceh)


اللّٟهُـمَّ   صَفًّا   لَهُـمْ  جُنْدٌ   مُحْضَرُوْنَ.


Do`a Membuka Kubur


اللّٟهُـمَّ  اجْعَلْ    قَبْرَهُ  ( هَا)   رَوْضَةً   مِنْ   رِيَاضِ   الْجِنَانِ   وَلَاتَجْعَلْ   قَبْرَهُ   (هَا)  حُفْرَةً   مِنْ   حُفَرِ   النِّيْرَانِ.


Do`a Waktu Mengubur Mayit


بِسْمِ   اللّٰهِ   وَبِاللّٰهِ   وَمِنَ   اللّٰهِ   وَعَلىَ  مِلَّةِ   رَسُوْلِ   اللّٰهِ  صَلىَّ   اللّٰهُ   عَلَيْهِ   وَسَلَّمَ


Do`a Menanam Batu Atas Kubur


اللّٟهُـمَّ   اجْعَلْ  هٰذِهِ  الشَّجَرَةَ   رَحْمَةً   وَفَضْلًا   وَاسِعًا  فِى   قَبْرِهِ   (هَا)


Do`a Menyiram Air Diatas Kubur


اللّٟهُـمَّ   اجْعَلْ   هٰذَا   الْمَاءَ   بَرَدًا   وَسَلَامًا   فِى   قَبْرِهٖ    (هَا)    بِرَحْمَتِكَ   يَااَرْحَمَ   الرَّاحِمِيْنَ.


Do`a Tiga Genggaman Tanah Pada Kubur


مِنْهَا   خَلَقْنَاكُمْ     اللّٟهُـمَّ    لَقِّنْهُ   عِنْدَ   مَسْئَلَةٍ  حُجَّتَهُ

وَفِيْهَا   نُعِيْدُكُمْ    اللّٟهُـمَّ   افْتَحْ   اَبْوَابَ    السَّمَاء ِ  لِرُوْحِهِ

وَمِنْهَا    نُخْرِجُكُمْ     تَارَةً   أُخْرَى     اللّٟهُـمَّ    جَافِ   الْاَرْضِ    عَنْ   جَنْبَيْهِ


Semoga bermanfaat.

Thursday, October 21, 2021

Nafsu Ammarah dan Konsekuensinya


"Nafsul Ammarah adalah jiwa manusia yang ingin memenuhi kehendak hawa nafsu dalam segala bidang kehidupan, sehingga tidak menghiraukan kaidah-kaidah agama"

Ingin mendapatkan sesuatu namun melupakan kaedah²/norma/hukum/ketentuan yang ada, sehingga menghalalkan segala cara, bahkan dengan dalih ia sangat benar dan apa yang dilakukan merupakan kebijakan yang baik.

Menentang kebenaran dengan mengatakan orang yang berpegang pada kaedah²/norma/hukum/ketentuan yang ada sebagai intoleransi dan menuduh mereka sebagai sumber masalah, padahal masalah terbesar adalah pada dirinya dengan cara melegalkan yang belum tentu legal.

Pemilik nafsu ini cenderung mengkambinghitamkan orang lain, padahal dirinya yang ingin melakukan kecurangan.

“Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku,” (QS Yusuf [12]: 53)

Nafsu ini juga menutup cahaya hati seseorang dari kebenaran bahkan tidak mau atau pun tidak akan menerima kebenaran itu sendiri, padahal dari relung hati yang paling dalam ia menyadarinya.

Padahal apa pun yang kita niatkan, pikirkan dan lakukan tidak terlepas dari pantaun Allah Swt, rencana baik atau pun rencana jahat yang sedang ingin kita jalankan.

Semua rencana² jahat itu seringkali ditutupi dengan dalih kebaikan padahal didalamnya penuh tipu daya dan kepentingan dirinya.

Namun, kita sebagai sahibul hati yang masih mengerti dan faham kebenaran akan mempertanggungjawabkannya kelak di yaumil hisab, tidak ada satu pun yang terlepas walau didunia kita tutup rapi keburukan dan kelicikan itu.

Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala, (QS. Fathir [35]: 6).

Obat untuk menundukkan nafsu ini adalah dengan cara zikrullah setiap saat, muraqabah dan muhasabah.

Zikir jihar dan sir agar sifat sayi-ah tertundukkan, muraqabah agar lebih memahami makna syukur dan melihat kebesaran Allah, muhasabah dengan menggunakan 'ainul bashirah untuk melihat setiap kesalahan dan tipu daya dalam diri sendiri.

Karena semua sifat-sifat buruk yang sedang kita rencanakan dan sedang ingin kita lakukan, hakikatnya kita bukan sedang mendhalimi orang lain namun kita sedang mendhalimi diri sendiri dan itu sangat fatal disisi Allah.

"Ya Allah, kami telah mendholimi pada diri kami sendiri, jika tidak engkau ampuni kami dan merahmati kami tentulah kami menjadi orang yang rugi".

Semoga bermanfaat
Al Faqir Joel Buloh II

Sunday, October 3, 2021

Biografi Abu Paloh Gadeng

 TGK H MUSTAFA BIN H AHMAD  (1949-2020) 



Tgk H Mustafa bin H Ahmad lahir pada tahun 1949 di Uteun Bunta, Tanoh Mirah, Peusangan. Ayahnya bernama Tgk H Ahmad Bin Abdul Manaf dan ibunya Maimunah. 


Beliau adalah anak ke 2 dari 7 bersaudara yang seayah seibu yaitu Tgk Jafar, Tgk H Mustafa, Tgk Nurmalis, Nurbaiti, Manfarisyah, Zawiyah, Tgk Aisyah, beliau juga memiliki saudara seayah 3 orang. 


Masa kecilnya dihabiskan di desa Uteun Bunta, bersekolah di SR Tanoh Mirah, kemudian melanjutkan pendidikan ke Dayah MDI Geulanggang Bireuen, pimpinan Tgk Abdullah Glanggang Bireuen, sembari bersekolah di Sekolah Menengah Islam Bireuen, setelah tamat SMI kemudian pada tahun 1964 melanjutkan pendidikan ke Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh pimpinan Abu Tumin sampai tahun 1986. 


Setelah menjadi dewan guru dan mengajar di dayah Blang Bladeh, beliau juga aktif mengajar di Dayah MDI Glanggang, dengan bersepeda beliau berangkat dari Blang Bladeh untuk mengajar di Glanggang, tak jarang jika ada waktu beliau meneruskan perjalanan ke Dayah Tanoh Mirah untuk belajar kepada Abu Tanoh Mirah,


Di Blang Bladeh beliau sangat tekun dan istiqamah dalam belajar mengajar, sehingga mengantarkan beliau dipercaya oleh gurunya Abu Tumin untuk menjabat sebagai Ketua Umum Dayah Blang Bladeh. 


Pada tahun 1985 beliau menunaikan ibadah haji yang pertama bersama ayahnya Tgk H Ahmad bin Abdul Manaf, selama 6 bulan di Makkah beliau juga memanfaatkan waktu untuk belajar langsung dengan ulama negeri Makkah yang mengajar di sana diantaranya Syekh Yasin Al Fadani (w.1990).  


Selain mempunyai kemampuan memahami kitab yang sangat baik, beliau juga mempunyai kemampuan orasi yang menarik, sehingga beliau diundang untuk berceramah ke seluruh pelosok Aceh, dikenal sebagai da'i yang berani, cerdas dan kritis, dalam setiap pidatonya, beliau menguraikan setiap perkara yang syubhat, meluruskan ajaran dan pemahaman yang bertentangan dengan Ahlu sunnah Wal Jamaah.


Perawakannya yang tegap dan atletis di masa muda karena menyukai olahraga badminton, beliau memiliki warna kulit putih merah khas seperti orang barat, karena itu beliau di masa mudanya akrab dengan panggilan Teungku Puteh.


Beliau memiliki saudara kandung yang alim yaitu almarhum Tgk M Jafar H Ahmad, pimpinan dayah MDI Putri dan Dayah Istiqamah Bireuen setelah Abu Teunom, almarhumah Tgk Nurbaiti H Ahmad, belajar dan menjadi dewan guru di Dayah Tanoh Mirah, kemudian pindah ke Dayah Lueng Angen dan Tgk Aisyah H Ahmad yang sekarang memimpin sebuah dayah di Lamlumpu, Peukan Bada, Aceh Besar. 


Pada tahun 1987 beliau ditunjuk oleh gurunya Abu Tumin untuk memimpin Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara, pengabdian beliau ini mengantarkan beliau sebagai salah satu ulama kharismatik Aceh yang diperhitungkan dalam berbagai kancah pergaulan, karena memimpin Dayah di Paloh Gadeng ini maka beliau akrab disapa dengan Abu Paloh Gadeng. 


Pada tahun 1988, atas petunjuk gurunya Abu Tumin beliau menikah dengan Tgk Hj Safiatuddin, seorang putri ulama yang bernama Tgk Abdul Wahab bin Muhammad Shaleh, pimpinan Dayah Madrasah Darul Huda Tanjongan, Jangka, Bireuen. 


Beliau dikaruniai keturunan 8 orang putra dan putri yaitu Tgk H. Zunuwanis, Rahmah, Marhamah, Tgk Muhammad Nazir, Tgk Baidarus, Wardah, Tgk Ihsan Maulana dan Maisarah.


********


Sebagai ulama yang harus menyampaikan aspirasi masyarakat, beliau berkiprah nyata dalam pilihan politik nya, beliau aktif dalam organisasi PERTI (Persatuan Tarbiyah Islamiyah), PERTI adalah sebuah partai politik yang didukung oleh ulama Aceh terdahulu seperti Abu Krueng Kalee dan Abuya Muda Waly Labuhan Haji.


Aktif dalam berorganisasi mengantarkan beliau menjadi Ketua MPU Aceh Utara selama dua periode, masih menjabat sebagai Wakil Ketua MPU aktif ketika beliau wafat.


********


Kesungguhan beliau ketika mengajar sangat luar biasa, ketika masih mengajar di Dayah Al-Madinatuddiniyah Babussalam Blang Bladeh, beliau mulai mengajar dari jam belajar subuh, istirahat sebentar untuk sarapan pagi tanpa turun dari balai, sarapan diantar ke balai oleh muridnya, sarapan hanya kopi dengan pulut, pulut adalah cemilan pagi yang sangat disukai oleh beliau, setelah sarapan, pengajian dilanjutkan untuk murid dari kelas yang lain sampai azan shalat dzuhur berkumandang. 


Ketika awal-awal memimpin Dayah Madinatuddiniyah Darul Huda Paloh Gadeng sampai sekitaran tahun 2000-an, beliau juga mengajar sangat disiplin dan intens, mulai dari jam belajar dhuha sampai azan shalat dzuhur mengajar kelas para dewan guru, setelah dhuhur sampai azan ashar mengajar thalabah kelas 5 ke atas. 


Sedangkan waktu malam, selain mengasuh pengajian umum untuk masyarakat pada malam sabtu dan malam selasa, juga lebih banyak digunakan untuk mengisi ceramah agama di berbagai tempat. 


Awal tahun 2000-an, beliau mulai sibuk dengan aktifitas kemasyarakatan, beliau harus memenuhi undangan dan menyelesaikan persoalan ummat, sehingga jam belajar digeser ke waktu shubuh dan setelah ashar, bahkan beliau tetap istiqamah mengajar walau dalam keadaan berbaring karena tenaganya sudah melemah sekali, jam belajar ini terus berlangsung sampai beliau wafat. 


Allahu Yarham Abu Paloh Gadeng meninggalkan dunia yang fana ini pada 16 Desember 2020 setelah berhasil mencetak ratusan kader ulama, puluhan diantaranya sudah menjadi pemimpin dayah dan menjadi penerang ummat mengikuti jejak beliau. 


Demikian sekelumit kisah dari semangat Abu Paloh Gadeng dalam mengajari para thalabah yang menuntut ilmu kepada beliau, semoga menjadi contoh teladan bagi kita dalam mengikuti jejak para ulama yang telah mendahului kita.

______