Friday, October 16, 2020

Sumber Ajaran Akhlak

 

1.     Al Quran Surat Al Bayyinah: 5

!$tBur (#ÿrâÉDé& žwÎ) (#rßç6÷èuÏ9 ©!$# tûüÅÁÎ=øƒèC ã&s! tûïÏe$!$# uä!$xÿuZãm (#qßJÉ)ãƒur no4qn=¢Á9$# (#qè?÷sãƒur no4qx.¨9$# 4 y7Ï9ºsŒur ß`ƒÏŠ ÏpyJÍhŠs)ø9$# ÇÎÈ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian Itulah agama yang lurus”.

 

 

2. Al Quran Surat Al Baqarah: 153

$ygƒr'¯»tƒ z`ƒÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qãYÏètGó$# ÎŽö9¢Á9$$Î/ Ío4qn=¢Á9$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB tûïÎŽÉ9»¢Á9$# ÇÊÎÌÈ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”.

 

 

3.   Al Quran Surat Al A’raf: 199

Éè{ uqøÿyèø9$# óßDù&ur Å$óãèø9$$Î/ óÚ̍ôãr&ur Ç`tã šúüÎ=Îg»pgø:$# ÇÊÒÒÈ

“Jadilah Engkau Pema'af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh”.

 

 

4. Al Quran Surat An Nahl: 90

* ¨bÎ) ©!$# ããBù'tƒ ÉAôyèø9$$Î/ Ç`»|¡ômM}$#ur Ç!$tGƒÎ)ur ÏŒ 4n1öà)ø9$# 4sS÷Ztƒur Ç`tã Ïä!$t±ósxÿø9$# ̍x6YßJø9$#ur ÄÓøöt7ø9$#ur 4 öNä3ÝàÏètƒ öNà6¯=yès9 šcr㍩.xs? ÇÒÉÈ

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”

 

 

5.   Hadits Riwayat Ibnu Majah

Dari Anas bin Malik radhiallahu anhu, dia berkata, Nabi shallallahu alaihi was sallam, bersabda : “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islami adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah)

 

6.   Hadits Riwayat Bukhari Muslem

“Sesungguhnya Allah Maha Pemurah menyukai kedermawanan dan akhlak yang mulia serta membenci akhlak yang rendah (hina).” (HR. Bukhari, Muslim)

 

7.   Hadits Riwayat Tirmizi

“Orang mukmin yang paling sempurna keimanannya adalah ia yang memiliki akhlak terbaik. Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik akhlaknya kepada pasangannya.” (HR. At Tirmidzi)

 

8.   Hadits Riwayat Tirmizi

Abu Darda radhiallahu anhu, meriwayatkan, “Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi was sallam berkata, ‘Tak ada yang lebih berat pada timbangan (mizan, pada hari pembalasan) dari pada akhlak yang baik. Sungguh orang yang berakhlak baik akan mencapai derajat orang yang berpuasa dan shalat.” (HR. At Tirmidzi)

 

Wednesday, October 14, 2020

Resume Materi Sumber Ajaran Akhlak Unit 2

Bagi mujahid/ah fisabilillah, silahkan buat resume materi Sumber Ajaran Akhlak di kolom komentar, dan jangan lupa : Nama_Unit

Resume Materi Sumber Ajaran Akhlak Unit 1

Bagi mujahid/ah fisabilillah, silahkan isi resume materi Sumber Ajaran Akhlak, dan jangan lupa isi : Nama_Unit

https://youtu.be/1h2wnww45_U 

Tuesday, October 13, 2020

AKHLAK, MORALdan ETIKA

 Akhlak

¨ Etimologi /bahasa:

Akhlak berasal dari bahasa Arab, yaitu الخلق yang berarti tingkah laku, budi pekerti atau tabiat.

Yang semua itu, boleh jadi baik atau buruk. Yang baik namanya khalqan hasanah“ dan buruk namanya ”khalqan saiyi-ah

 

¨ ‘Terminologi/istilah

Beberapa pendapat tentang makna akhlak:

q Imam Al Ghazali:

فالخلق عبارة عن هيئة فى النفس راسخة عنها تصدر الافعال بسهولة ويسر من غير حاجة الى فكر ورؤية

          “Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang melahirkan tindakan-tindakan mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikiran atau pun pertimbangan”

          (Ihya Ulumiddin, Juz. III, hal. 53)

 

q Ibnu Maskawaih

الخلق حال للنفس داعية لها الى افعالها من غير فكر ورؤية

          “Akhlak adalah keadaan jiwa yang mendorong ke arah melakukan perbuatan-perbuatan dengan tanpa pemikiran dan pertimbangan”.

          (Tahzib al-Akhlak Fit Tarbiyah, hal.25)

 

q Al Qurthubi

          “Perbuatan yang bersumber dari manusia yang selalu dilakukan”

          (Tafsir Al Qurthubi, Juz VIII, hal. 6706)

 

q Prof. Dr Ahmad Amin

          “Akhlak merupakan suatu kehendak yang dibiasakan”

          (Zainuddin Ar, Pengantar Studi Akhlak, hal. 4)

 

q Muhammad Ibnu ‘Ilan as-Shidiqi

          “Akhlak adalah suatu pembawaan yang tertanam dalam diri yang dapat mendorong (seseorang) berbuat baik dengan gampang”

          (Dalil Al Falihin, Juz, III, hal. 76)

 

q Abu Bakar Jabir Al Jaziri

          “Akhlak adalah bentuk kejiwaan yang tertanam dalam diri manusia yang dapat menimbulkan perbuatan baik dan buruk, terpuji dan tercela”.

          (Minhaj al Muslim, hal. 54)

 

q Ali bin Muhammad Jarjani

الخلق عبارة عن هيئة فى النفس راسخة عنها تصدر الافعال بسهولة ويسر من غير حاجة الى فكر ورؤية

          “Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa (manusia) yang melahirkan tindakan-tindakan mudah dan gampang tanpa memerlukan pemikiran atau pun pertimbangan”

          (At Ta’rifat, hal. 100)

 

¨ Moral

Moral berasal dari bahasa latin “Mores” yang berarti adat kebiasaan. Kata Mores bersinonim dengan Mos, Moris, Manner, Mores atau Manner, Morals.

 

(Masnur Muslich, Penidikan Karakter: Menjawab Tantangan KrisisMultidimendiontal, hal. 74)

$ygƒr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# (#qè=ä. $£JÏB Îû ÇÚöF{$# Wx»n=ym $Y7ÍhsÛ Ÿwur (#qãèÎ6®Ks? ÏNºuqäÜäz Ç`»sÜø¤±9$# 4 ¼çm¯RÎ) öNä3s9 Arßtã îûüÎ7B ÇÊÏÑÈ

 

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu”.

 

¨ Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” yang artinya adat kebiasaan. Etika merupakan istilah lain dari akhlak, tetapi memiliki perbedaan yang subtansial, yaitu konsep akhlak dari pandangan agama terhadap tingkah laku manusia, sedangkan konsep etika berasal dari pandangan tentang tingkah laku manusia tingkah laku manusia dalam perspektif filsafat.

 

(Arahman Ritonga, Akhlak merakit hubungan sesama manusia, hal. 49)

 

Monday, October 12, 2020

Resume Tentang Definisi Akhlak, Moral dan Etika

Kepada seluruh Mahasiswa untuk meresume tentang materi Definisi Akhlak, Moral dan Etika di kolom komentar setelah menonton video tentang materi tersebut, dengan ketentuan:

Isi Resume

Nama_Unit

Friday, October 9, 2020

Pengertian Tashauf

 

} Etimologi /bahasa:

q  Lafadh tasauf adalah masdar dari kata

    تصوف – يتصوف – تصوفا

   yang mempunyai arti mempunyai banyak bulu

    (Akhmad  Asy Syibashy, Al Ghazaly Wat

q  Kaitan bulu dengan Shufi menurut bahasa adalah karena kaum Shufi pada dasarnya suka memakai pakaian shufi.

} ‘Terminologi/istilah

} Beberapa pendapat tentang makna tashawuf:

q  Imam Junaid al-Baghdadi

التصوف ان تكون مع الله بلاعلاقة

    “Tashauf itu bahwa adalah engkau beserta Allah dengan tiada perantara”

    (Akhmad Asy Syirbashy, Al Ghazaly Wa Tashauful Islam, h. 152)

q  Ma’aruf al-Kharakhi

التصوف الاخذ بالحقاءق والياءس مما فى ايدى الخلاءق

    “Tashauf adalah mencari hakikat dan meninggalkan dari segala sesuatu ada pada tangan makhluk”.

    (Sughrowardy, Awariful Ma’arif Hamisyi Ihya, juz.1, h. 313)

q  Dhun Nun Al-Misri

الصوفى من لا يتعبه طلب ولايزعجه سلب

    “Shufi adalah orang yang tidak payah karena mencari dan tidak susah karena musnahnya milik”

     (Sughrowardy, Awariful Ma’arif Hamisyi Ihya, juz.1, h. 319)

q  Sahal At Tastury

الصوفى من صفا من الكدر وامتلاء من الفكر وانقطع الى الله دون البشر واستوى عنده المال والمدر

    “Shufi adalah orang yang bersih dari kotoran dan penuh pemikiran dan hanya memusatkan pada Allah semata-mata tanpa manusia dan sama baginya harta benda dengan tanah liat”

     (Akhmad Asy Syirbashy, Al Ghazaly Wa Tashauful Islam, h. 153)

q  Ibnu Khaldun

    “Tashauf itu semacam ilmu syariat yang timbul kemudian didalam agama, asalnya adalah bertekun beribadah dan memutuskan pertaliannya dengan segala selain Allah, hanya menghadap Allah semata, menolak hiasan-hiasan dunia serta membeci segala perkara-perkara yang selalu memperdaya orang banyak, kelezatan harta benda dan kemegahan, dan menyendiri menuju jalan Tuhan dalam halwat dan ibadah”

     (Akhmad Asy Syirbashy, Al Ghazaly Wa Tashauful Islam, h. 149)

q  Dr. Hamka

    “Tashauf adalah membersihkan jiwa dari pengaruh benda atau alam supaya dia mudah menuju kepada Tuhan”.

    (Barmawie Umarie, Sismatik Tashauf, h.10)

q  Ali bin Muhammad Jarjani

الوقوف مع الاداب الشرعية ظاهرا فيرى حكمها من الظاهر فى الباطن وباطنا فيرى حكمها من الباطن فى الظاهر فيحصل للمتاءدب بالحكمين كمال

“Berhenti beserta adab Syariat pada dhahir maka melihat hikmahnya dalam bathin dan pada bathin maka melihat hikmahnya pada dhahir, orang yang beradab akan mendapatkan dua hikmah yang sempurna”.

    (Ali bin Muhammad Al-Jarjani, At Ta’rifat, h. 58)

 

Wednesday, October 7, 2020

Apakah Orang Yang Berhakikat Tidak Lagi Bersyariat

التحذير اناس من الفصل بين الحقيقة والشريعة

هناك اناس ادعوا التصوف كذبا ونفاقا انحرفوا عن الاسلام وقالوا ان المقصود من الدين هو الحقيقة فقط وعطلوا احكام الشريعة فايقطوا عن انفوسهم التكليف واباحوا المخالفات وقالوا ان المعلول عليه صلاح القلب ويقولون نحن اهل الباطن وهم اهل الظاهر فهؤلاء ضالون منحرفون زنادقا لايجوز ان تاخذ اعمالهم واخوالهم حجة على السادة الصوفية الصادقين 

Tahzir Dari Memisahkan Antara Hakikat Dan Syariat

Disana, sebagian manusia yang menyimpang dari Islam serta dengan kebohongan dan kemunafikan, menyeru tentang tasauf, dan mereka mengatakan: Bahwa maksud dari pada agama adalah hakikat saja.

Dan mereka menelantarkan hukum-hukum syariat, maka mereka menggugurkan sifat taklif pada dirinya dan membolehkan oleh mereka penyimpangan serta mereka berkata: Sesunguhnya alasan bagus hati. Dan mereka berkata: Kami ini ahli bathin dan mereka adalah ahli dhahir.

Maka mereka itu (orang yang mengatakan dirinya ahli bathin dan otrang lain ahli dhahir) adalah orang-orang sesat yang menyimpang serta zindik yang tidak boleh mengikuti (mengambil) amalan dan keadaan mereka sebagai hujjah di atas kemulian sufi yang benar.

(Ad Difa' 'An Ahli Sunnah Wal Jamaah: 35)